Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Deli Indonesia Salurkan Bantuan CSR ke 14 Sekolah di Pulau Komodo

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20250917 133316
Deli Indonesia Salurkan Bantuan CSR ke 14 Sekolah di Pulau Komodo. (foto : isth).

Adapun sekolah penerima bantuan meliputi: MAN Manggarai Barat, SMK Stella Maris, SMKN 1 Labuan Bajo, SMAN 1 Komodo, SMK St Yosefa, SMKN 3 Komodo, MA Arahman Merombok, SMAN 3 Komodo, SMAN 2 Komodo, SMK Bina Mandiri, SMKN 2 Komodo, SMA Muhammadiyah Golomori, SMAN 4 Komodo, dan SMA Muhammadiyah Boleng.

Jenis bantuan yang diberikan beragam sesuai kebutuhan pelajar, antara lain buku tulis, adhesive roller, file bag, sticky notes, graphite pencil, erasable gel pen, hingga measuring tape.

Kepala Sekolah SMKN 2 Komodo, Felixius Farjono, S.Pd, Gr, menyampaikan apresiasi mendalam.

Baca Juga :  Kapolda NTT Rotasi Perwira, Leo Marpaung Kini Pimpin Polairud Manggarai Barat

“Anak-anak kami sering menghadapi keterbatasan fasilitas belajar. Bantuan dari Deli Indonesia ini bukan sekadar alat tulis, melainkan simbol perhatian yang sangat berarti. Semoga program seperti ini bisa terus berlanjut,” ungkap Felixius.

Ia menambahkan, “Kami melihat sendiri bagaimana anak-anak begitu senang saat menerima paket alat tulis. Hal sederhana ini mampu menambah semangat mereka untuk belajar lebih giat,” ujarnya dengan penuh haru.

Sebagai informasi, program donasi ini merupakan bagian dari #DeliPowerGanda, sebuah activation melalui Pop Up Store dalam kampanye “Back To School” yang berlangsung pada 20 Juni – 4 Agustus 2025. Dengan mekanisme “Beli 1 Pulpen, Donasikan 1 Pulpen”, setiap pembelian satu pulpen Deli otomatis dikonversi menjadi satu pulpen donasi untuk anak-anak di daerah yang membutuhkan.

Baca Juga :  Tak Main-Main! PSI Manggarai Barat Siapkan Kekuatan Penuh Rebut 2029

Dengan slogan “Satu Pulpen dari Kamu, Bisa Jadi Harapan untuk Mereka,” Deli Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya di wilayah terpencil yang masih menghadapi keterbatasan akses dan fasilitas belajar. **

  • Bagikan