“Sudah kita koordinasi, tetapi hampir saja tiap hari terjadi hal yang sama, ketika ditanya alasan kenapa terlambat pasti yang disampaikan ban mobil pecah, mobil kehabisan bensin atau stir mobil kocak,” jelas Indra.
Dalam menghadapi keterlambatan ini, pihak Denbekang terpaksa mencari solusi dengan memanfaatkan sisa persediaan bahan mentah yang ada untuk tetap menyediakan makanan dan membagikannya kepada pengungsi.
“Kita tidak kehilangan akal, dengan bahan seadanya kita masak tetap masak dan bagikan kepada pengungsi, kasihan juga kalau mereka sampai kelaparan,” tutupnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kalak BPBD Flores Timur, Ahmad Duli, tidak memberikan komentar saat dikonfirmasi oleh wartawan.
Dirinya mengarahkan wartawan untuk menghubungi Kepala Dinas Kominfo atau Sekertaris Daerah Flores Timur.
“Saya sedang sibuk sekarang, kami sekarang memberikan keterangan pers secara satu pintu, nanti konfirmasi ke Kadis Kominfo atau Pak Sekda saja,” singkatnya. ** (ELL)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









