Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Diskusi Bersama Wartawan! Benny Harman Ungkap Isu Mafia Tanah di Labuan Bajo

  • Bagikan
Ketua Fraksi Partai Demokrat MPR RI, DR. Benny K. Harman, S.H, menggelar diskusi bersama sejumlah wartawan di Labuan bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada hari Senin (18/3/2024).
Ketua Fraksi Partai Demokrat MPR RI, DR. Benny K. Harman, S.H. (foto : isth).

Ia menekankan bahwa Labuan Bajo, yang merupakan ikon pariwisata Flores, harus dilindungi dari praktik-praktik mafia tanah yang dapat menghambat perkembangan industri pariwisata di daerah tersebut.

Lebih lanjut, Benny Harman juga menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam memberantas dan memerangi mafia tanah ini.

Sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat MPR RI dan pimpinan yang dipercayakan oleh Presiden Jokowi untuk menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Mas Agus Harimurti Yudhoyono, Benny Harman merasa memiliki tanggung jawab yang besar untuk melindungi kepentingan masyarakat di Labuan Bajo dan NTT secara umum.

Baca Juga :  Berantas Judi Online, Propam Polres Manggarai Barat Geledah Ponsel Personel

“Mafia tanah melibatkan oknum-oknum di BPN, oknum di aparat penegak hukum, bahkan aparat desa. Oleh karena itu, diperlukan perhatian ekstra dari pemerintah untuk sungguh-sungguh memberantas dan memerangi mafia tanah ini,” tambah Benny Harman.

Ia juga menekankan bahwa tanpa penanganan serius terhadap mafia tanah, sulit bagi pemerintah untuk meyakinkan investor untuk datang dan berinvestasi di Labuan Bajo.

IMG 20240318 143329
Diskusi Bersama Wartawan! Benny Harman Ungkap Isu Mafia Tanah di Labuan Bajo. (foto : isth).

Pasalnya, kehadiran mafia tanah ini dapat menciptakan ketidakstabilan dan ketidakpastian hukum yang dapat menghalangi investor untuk merasa nyaman dan aman dalam mengalokasikan dana mereka untuk membangun fasilitas dan industri pariwisata di kota tersebut.

Baca Juga :  RSUD Komodo Resmi Gelar Onsite Training SIM-RS, Dorong Transformasi Digital Layanan Kesehatan

Sebagai destinasi pariwisata super premium, Labuan Bajo memiliki potensi besar untuk menarik investasi yang signifikan dari berbagai pihak.

Namun, tanpa penanganan yang tegas terhadap mafia tanah, semua potensi tersebut bisa terancam dan menghambat pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di daerah ini.

“Dengan demikian, langkah-langkah konkret dan sinergi antara pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat sangatlah penting untuk memastikan bahwa Labuan Bajo tetap menjadi destinasi pariwisata yang aman, berkembang, dan memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat, ” Ungkap BKH. ** (AA).

  • Bagikan