Yuventinus menyoroti bencana yang terjadi pada Juni 2024 lalu, di mana crossway Wae Musur mengalami kerusakan parah hingga tak bisa dilalui kendaraan roda empat.
Warga yang menggunakan sepeda motor pun terpaksa bergotong royong menyeberangi sungai dengan mengangkat kendaraan mereka.
“Sekarang kondisinya makin parah. Sebagian besar struktur crossway sudah ambruk. Jika air sungai meluap, kendaraan roda empat tidak bisa melintas, sementara kendaraan roda dua harus diangkat oleh warga agar bisa melewati sungai,” jelasnya pada Jumat (31/01/2025) sore.
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui Dinas PUPR dan BPBD agar segera mengambil langkah konkret untuk menindaklanjuti kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas PUPR Manggarai Timur, Ferdi Membok, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah berupaya mendapatkan dana Belanja Tak Terduga (BTT) untuk mempercepat perbaikan crossway tersebut.
Mengingat tingkat kerusakan yang masuk dalam kategori bencana, pihaknya masih menunggu keputusan dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Kami sedang berupaya agar dana BTT bisa segera cair. Semoga tidak ada kendala dalam prosesnya, sehingga masyarakat bisa segera mendapatkan akses jalan yang lebih baik,” ujar Ferdi. ** (Iren Leleng).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









