“Walaupun pekerjaan sudah dianggap selesai, proyek ini masih menjadi tanggung jawab kontraktor. Pokoknya, harus diselesaikan agar masyarakat bisa menikmati air bersih,” tegas Anton.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Nagekeo, Isidorus Goa. Dalam rapat kerja, mereka menemukan kesalahan dalam pemasangan pipa di bak penampungan (kaptering), di mana posisi pipa penguras dan pipa distribusi terbalik.
“Pipa distribusi seharusnya berada di atas, sedangkan pipa penguras di bawah. Namun, yang dikerjakan oleh rekanan justru sebaliknya. Ini sudah tidak sesuai dengan perencanaan, dan saya minta agar segera diperbaiki,” kata Isidorus Goa.
Berdasarkan pantauan NTTNEWS.NET, saat ini Dinas PU, masyarakat setempat, Kepala Dusun, serta Sekretaris Desa tengah menindaklanjuti penyelesaian proyek ini. Air bersih sudah mulai mengalir hingga RT VI, dan diperkirakan dalam waktu dekat akan mencapai RT V, yang berjarak kurang lebih 1 kilometer dari titik terakhir distribusi.
Sementara itu, Konsultan Pengawas, Hans, menyampaikan bahwa SR di RT VII sudah berfungsi dengan baik. Saat ini, pihaknya sedang menyelesaikan jaringan untuk RT VI dan RT V.
“Kami menargetkan seluruh pekerjaan ini rampung sebelum akhir bulan. Dengan demikian, masyarakat di ketiga RT ini bisa segera menikmati air bersih, yang merupakan kebutuhan dasar mereka,” ujar Hans. ** (Stefan)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









