Setelah berhasil dievakuasi, jenazah kedua korban dibawa menggunakan ambulans menuju RS Pratama Komodo untuk pemeriksaan medis luar (visum et repertum).
Kapolres Manggarai Barat, Christian Kadang, menegaskan pihaknya langsung mengamankan lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan.
“Prioritas utama kami adalah mengevakuasi korban dan mengamankan TKP guna menjaga bukti-bukti fisik tetap utuh. Garis polisi langsung dipasang di pintu masuk lokasi wisata dan di area jembatan yang ambruk,” tegasnya.
Polres Manggarai Barat kini tengah mendalami dugaan kelalaian dalam pengelolaan infrastruktur wisata tersebut. Tim Inafis Satreskrim diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara secara mmenyeluruh
“Kami sedang menyelidiki kelayakan teknis jembatan kayu itu, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain sebagaimana diatur dalam Pasal 359 KUHP,” jelas AKBP Christian Kadang.
Pihak kepolisian juga akan memanggil pengelola objek wisata Cunca Wulang guna memeriksa standar operasional keselamatan serta sistem pemeliharaan fasilitas wisata yang diterapkan selama ini.
“Kami akan meminta keterangan pihak pengelola terkait SOP keselamatan dan perawatan infrastruktur wisata,” tambahnya.
Karena korban merupakan warga negara asing, Polres Manggarai Barat juga telah berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional Polri dan Kedutaan Besar Austria di Jakarta untuk proses administrasi dan pemulangan jenazah ke negara asal.
“Koordinasi dengan Kedutaan Besar Austria terus dilakukan, termasuk terkait dokumen resmi, pengamanan barang pribadi korban, hingga proses repatriasi jenazah,” terang Kapolres.
Sementara itu, demi kepentingan penyelidikan dan alasan keselamatan pengunjung, objek wisata Air Terjun Cunca Wulang resmi ditutup sementara.
“Untuk sementara lokasi wisata ditutup total sampai proses investigasi selesai dan dinyatakan aman untuk dikunjungi kembali,” pungkasnya.
Tragedi ini menjadi tamparan keras bagi pengelolaan destinasi wisata alam di Manggarai Barat yang selama ini menjadi magnet wisata dunia.
Insiden maut tersebut sekaligus memunculkan sorotan serius terhadap standar keamanan infrastruktur wisata di kawasan super prioritas Labuan Bajo. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









