“Harapan kita, agar pihak Polres Manggarai Barat ini sigap dalam mngusut kasus ini dan menegakkan aturan seobjek mungkin” katanya.
Menurut Hajenang, akun facebook tersebut mengunggah foto Ronald bersama isterinya dengan keterangan RIP.
“Kalau bahasa kita, RIP itu menandakan sebuah kematian. Saya kira ini adalah ancaman psikologis, yang kemudian menyebabkan seseorang itu merasa tidak nyaman” pungkasnya.
“Apakah mau dibunuh, dibuntuti, atau hal lainnya, kita tidak tahu. Sehingga hal semacam itu kita butuhkan perlindungan dari aparat keamanan, dengan menangani kasus ini secara serius” tambah dia.
Hasil penelusuran media ini, beberapa saat setelah mengunggah postingan itu, akun Erik Hadur Oficial kembali mengunggah postingan yang mengaku bahwa akunnya diretas.
“Untuk segala postingan yang mengatasnamakan akun face saya. Mohon untuk tidak direspon. Facebook saya telah dibajak oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Tabe” tulis akun itu.
Namun, akun tersebut tidak ditemukan lagi dalam beranda pencarian di Facebook. Diduga telah dinonaktifkan. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









