Melki juga menceritakan tantangan yang ia hadapi di awal masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Jhoni Asadoma, yaitu warisan utang sebesar Rp1 triliun dari pemerintahan sebelumnya. Meski menghadapi situasi sulit, ia menegaskan bahwa mengeluh bukanlah pilihan bagi seorang pemimpin.
“Saya baca di berbagai media, kondisi utang Pemprov NTT sangat memprihatinkan. Tapi apakah saya atau Pak Jhoni mengeluh? Tidak. Seorang pemimpin harus siap menerima kondisi plus dan minus dari pemerintahan sebelumnya,” ungkapnya.
Di akhir arahannya, Gubernur Melki kembali menegaskan kepada seluruh kepala daerah di NTT agar tetap fokus menjalankan amanah rakyat dengan penuh tanggung jawab.
“Selama masyarakat masih memberikan kepercayaan untuk memimpin, jangan pernah mengeluh. Lakukan yang terbaik untuk daerah,” pungkasnya. ** (Rian Laka)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









