Proses pembuatan gula rebok dimulai dengan pengambilan nira dari pohon enau secara tradisional menggunakan bambu. Nira tersebut kemudian dimasak selama beberapa jam hingga mengental. Setelah itu, cairan kental ini dituang ke dalam cetakan dari batok kelapa atau kayu, hingga mengeras menjadi gula rebok yang siap dikonsumsi atau dijual.
Tidak hanya memperkenalkan kembali produk lokal yang nyaris terpinggirkan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran ekonomi kreatif bagi para siswa. Produk gula rebok yang telah dikemas secara sederhana tapi menarik ini mulai dipasarkan ke masyarakat sekitar dan pengunjung sekolah.
“Rasanya enak sekali. Gula rebok ini bisa dipakai untuk teh, kopi, atau sebagai pemanis alami dalam masakan. Saya bangga anak-anak kami bisa menghasilkan produk seperti ini,” tutur warga yang turut hadir dalam pameran hasil P5.
Dengan cita rasa yang khas dan sentuhan edukatif, gula rebok dari SMAN 3 Ndoso Waning tidak hanya memperkuat identitas lokal Ndoso, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru berbasis potensi desa. Produk ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat.
Bagi masyarakat atau pihak luar yang ingin mengetahui lebih lanjut atau memesan produk ini, dapat langsung menghubungi pihak sekolah melalui nomor kontak: +62 813-5386-5351 **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









