Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

HMI Cabang Ende Kritik Rencana Penggabungan Festival Maria Guadalupe dalam Perayaan Hari Lahir Pancasila

  • Bagikan
IMG 20250521 222423
Ketua HMI CABANG ENDE, Adri Anto. (foto : isth).

“Di mana letak nilai kebersamaan dan semangat kebangsaan jika hanya satu agama yang mendapat porsi istimewa dalam rangkaian acara nasional? Ini berisiko mencederai semangat toleransi yang selama ini terjalin baik di Ende,” ujarnya.

Andri menyarankan agar kegiatan keagamaan dalam rangka Hari Lahir Pancasila dikemas dalam bentuk yang lebih inklusif, seperti Doa Bersama Lintas Agama atau Misa Syukur Kebangsaan. Dengan demikian, perayaan tersebut bisa dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat tanpa menimbulkan eksklusivitas.

“Jika tidak dicantumkan secara spesifik sebagai Festival Maria Guadalupe dan diganti dengan kegiatan doa kebangsaan, tentu masyarakat akan lebih menerima. Ini soal sensitivitas dan semangat persatuan,” tambahnya.

Baca Juga :  Kapal Wisata Terus Tenggelam, Aktivis Sergius Tri Deddy Sentil Keras Ksop Dan Dishub Mabar!

Atas dasar itu, HMI Cabang Ende menyatakan sikap menolak dimasukkannya Festival Maria Guadalupe dalam agenda resmi peringatan Hari Lahir Pancasila.

“Kami bukan tidak menghargai tradisi keagamaan tertentu. Tapi 1 Juni adalah momen kebangsaan, bukan perayaan keagamaan. Menggabungkan keduanya tanpa dasar yang jelas berisiko merusak marwah Pancasila itu sendiri,” tegas Andri.

Baca Juga :  TUNGGAKAN RP3,09 MILIAR! Vendor Segel Proyek Kantor Pajak Rp37 Miliar di Labuan Bajo, PPK Desak PT Joglo Lunasi Utang

HMI berharap Bupati Ende dapat bersikap lebih terbuka terhadap kritik dan masukan dari berbagai pihak demi menjaga harmoni dan toleransi yang telah lama terjaga di Kabupaten Ende.

“Jangan biarkan semangat kebangsaan tereduksi oleh kepentingan kelompok tertentu. Kembalikan esensi Hari Lahir Pancasila sebagai perayaan seluruh rakyat Indonesia, tanpa diskriminasi,” pungkasnya. ** (Rian Laka).

  • Bagikan