Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Insiden Kekerasan di Manggarai barat, Ini Kesaksian Langsung dari Korban

  • Bagikan
Point Blur Feb132025 222501
Muhamad Suhardin (44), Korban Kekerasan. (foto : isth).

“Saya melihat Tesa lewat di depan saya. Saya pun mengatakan, ‘Saya berdarah begini karena perbuatan bapamu, kau harus pergi dari sini!’ Namun, alih-alih keluar, Tesa malah masuk ke dalam rumah. Hingga akhirnya saya menepuk pundaknya dan menyuruhnya segera pulang. Saya tidak pernah memukul, menampar, atau menendangnya. Saya hanya menepuk pundaknya karena saya masih menganggapnya sebagai anak. Saya tidak tahu pasti apakah luka di kakinya akibat menginjak apa di dalam rumah saat ia berlarian,” terangnya.

Kejadian tidak berhenti sampai di situ. Suhardin mengungkapkan bahwa ia setelah pelaku kabur saya pun mendatangi rumahnya.

“Saat saya sampai di rumah pelaku saya memanggil Tanti kau keluar. Karena panggilan saya tidak dihiraukan oleh pekaku, Saya pun mengambil sebuah kayu yang ada di depan rumahnya, kemudian memukul tiang parabola yang sudah rusak sebagai bentuk kemarahan saya. Saya bahkan mendorong pintu rumahnya yang tidak terkunci hingga terbuka dan melihat lampu masih menyala, namun tidak ada orang di dalam. Karena tidak ada orang saya pun melihat rak piring yang berada di dalam rumah saya melampiaskan emosi dengan memukul rak piring dan setelah itu langsung pulang ke rumah saya, ” tambahnya.

Baca Juga :  Lawan Pilkada ke NasDem, Mantan Cawabup Andi Risky Kini Pegang Pos Strategis

Setelah serangkaian peristiwa yang menegangkan itu, Suhardin memilih untuk pulang dan langsung tidur. Namun, keesokan paginya situasi semakin memanas.

“Sekitar pukul 08.00, polisi datang ke rumah saya saat saya masih tertidur. Istri saya ditanya, ‘Di mana rumah Mas Ardin?’ dan ia menjawab, ‘Ini rumahnya.’ Ketika saya terbangun dan melihat kondisi wajah saya yang berdarah, polisi menyuruh saya untuk tetap beristrahat, “ungkapnya.

Baca Juga :  Gugatan Johanis Van Naput di Ujung Tanduk, Dasar Kepemilikan Dipertanyakan

Tak lama kemudian, Suhardin melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sano Nggoang sekitar pukul 12.00 Wita.

“Saya langsung masuk ke ruang kepolisian untuk memberikan keterangan, dan menyelesaikan proses laporan. Saya juga sudah menjalani visum medis. Saya telah menggunakan jasa pengacara untuk pendampingan dalam proses hukum,” pungkasnya.

Ia menambahkan, dirinya masih mengalami pusing dan rasa sangat sakit akibat perbuatan yang dilakukan oleh pelaku.

“Gara-gara tindakan pidana yang dilakukan Tanti, saya masih mengalami pusing dan rasa sangat sakit di kepala, ” Tutur Suhardin.

Kasus ini kini tengah diproses oleh pihak berwenang, dan diharapkan akan terungkap lebih banyak fakta seiring berjalannya penyelidikan. **

  • Bagikan