Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Jelang Pencoblosan Pilkades Mabar, Christian Kadang Peringatkan Anggota: “Jangan Berpihak, Senjata Paling Terakhir!”

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260927 161801
Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 29 September 2026, Polres Manggarai Barat menggelar apel pergeseran pasukan pengamanan Pilkades tahun 2026. (foto : Dok. Isth).

Menurutnya, keterlambatan distribusi logistik dapat menimbulkan persoalan baru di lapangan sehingga seluruh personel harus bekerja dengan disiplin dan penuh tanggung jawab.

Kapolres juga memberikan penekanan khusus kepada personel Brimob yang disiapkan sebagai pasukan penguatan apabila terjadi eskalasi keamanan.

Ia mengingatkan agar penggunaan kekuatan dilakukan secara terukur dan sesuai prosedur.

“Brimob sebagai pasukan pemukul jika terjadi eskalasi yang memerlukan kehadiran rekan-rekan. Ingat, senjata yang saudara bawa itu paling terakhir bunyi. Saya ingatkan, itu atas perintah perwira atau komandan yang membawa rekan-rekan. Barang yang saudara sandang itu paling terakhir bunyi, kalau bisa jangan,” tegas Christian.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pendekatan persuasif dan pencegahan tetap menjadi langkah utama dalam pengamanan Pilkades. Tindakan tegas hanya dilakukan apabila situasi benar-benar membutuhkan dan harus sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain mengamankan proses pemungutan suara, Kapolres meminta personel menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi dengan masyarakat.

Apabila ada warga yang menyampaikan keluhan, keberatan maupun aspirasi, personel diminta tidak langsung menolak atau memperdebatkannya.

“Apabila ada masyarakat yang menyampaikan aspirasi atau protes, saya minta tolong diterima. Jangan langsung ditolak. Terima aspirasinya, tanyakan apa aspirasinya, nanti kita sampaikan,” ujarnya.

Aspirasi tersebut, kata dia, harus dicatat dan dilaporkan secara berjenjang kepada Kapolsek hingga diteruskan kepada pimpinan apabila diperlukan.

“Tolong diterima, dicatat, kemudian laporkan kepada Kapolsek secara berjenjang sampai akhirnya kepada saya,” tambahnya.

Di tengah padatnya tugas pengamanan, Christian juga mengingatkan seluruh personel agar menjaga kondisi kesehatan dan keselamatan diri.

Personel diminta memperhatikan keamanan selama perjalanan menuju lokasi tugas maupun ketika berada di tengah masyarakat.

Baca Juga :  FE Gadai Motor Rp2,5 Juta Berujung Misteri, Motor Diambil Diam-Diam, Olis Datangi Polres Manggarai Barat

“Saya mohon rekan-rekan menjaga kesehatan dan keselamatan masing-masing. Perhatikan faktor keamanan pribadi dan kelompok selama masa pergeseran menuju lokasi maupun saat berada di pemukiman warga,” katanya.

Ia juga meminta seluruh personel menjaga kekompakan dan saling melengkapi selama menjalankan tugas.

“Jaga kondisi fisik dan kekompakan sesama rekan bertugas. Saling melengkapi, saling menjaga dan saling mendukung,” pesannya.

Menurut Kapolres, kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga TPS, tetapi juga memberikan rasa aman kepada masyarakat yang akan menggunakan hak pilihnya.

“Kehadiran rekan-rekan di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga TPS, tetapi juga untuk memberikan rasa aman dan tenang bagi warga Manggarai Barat agar dapat menyalurkan hak pilihnya tanpa rasa takut ataupun intimidasi,” ujarnya.

Christian Kadang berharap seluruh tahapan Pilkades Manggarai Barat dapat berlangsung aman dan kondusif. Ia menyebut pengalaman pengamanan Pemilu dan Pilkada sebelumnya menjadi salah satu modal penting bagi aparat dalam menghadapi Pilkades.

“Tahun 2024 kemarin Pilkada berlangsung aman, puji Tuhan. Ini menjadi salah satu barometer kita untuk Pilkades di Manggarai Barat,” katanya.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi pijakan agar seluruh pihak mampu menjaga keamanan selama Pilkades.

“Kita sebagai barometer apabila bagus, baik, aman dan terkendali, mudah-mudahan Pilkades selanjutnya di NTT juga akan berlangsung aman,” ujarnya.

Pemkab Manggarai Barat sendiri sebelumnya telah menyiapkan sejumlah langkah pengawasan dan pengamanan menghadapi Pilkades. Pemerintah daerah juga membatasi aktivitas perangkat daerah di desa-desa penyelenggara selama tahapan pemilihan, dengan pengecualian untuk kegiatan penanganan korban gempa.

Kapolres meminta seluruh jajaran bergerak maksimal karena tahapan Pilkades telah memasuki masa-masa penentuan.

Baca Juga :  DPRD Mabar Tutup Masa Sidang III, Buka Masa Sidang I: Kawal Anggaran, Pariwisata hingga Penanganan Bencana

Ia mengingatkan bahwa pada Senin (28/9/2026), proses pengantaran dan pengamanan kotak suara akan dilakukan, sebelum memasuki hari pemungutan suara pada Selasa (29/9/2026).

“Besok Senin sudah pengantaran kotak suara, kemudian tanggal 29 hari-H-nya. Saya minta kita maksimal. Jangan sampai karena kita lelah selama tiga hari kemudian ada masalah dan diperpanjang dan sebagainya,” tegasnya.

Karena itu, seluruh personel diminta bekerja secara maksimal dan bertanggung jawab.

“Saya minta sama-sama kita all out. Pilkada 2024 saja yang besar rekan-rekan dapat jaga, apalagi Pilkades,” katanya.

Di akhir arahannya, Christian kembali mengingatkan agar personel yang ditempatkan di desa mampu membangun hubungan baik dengan masyarakat.

“Sampai di sana, saya minta tolong rekan-rekan berbaur dengan masyarakat. Apabila ada informasi, ada hal-hal yang mungkin menjadi aspirasi ataupun pendapat mereka, tolong diterima,” ujarnya.

Dengan pengamanan yang melibatkan unsur Polri, TNI, Brimob, Pamatwil dan Linmas, pelaksanaan Pilkades Manggarai Barat diharapkan dapat berjalan aman, tertib dan memberikan ruang yang bebas bagi masyarakat untuk menentukan pilihannya.

Pilkades serentak 2026 di Manggarai Barat dijadwalkan berlangsung di 64 desa yang tersebar di 12 kecamatan, dengan 181 calon kepala desa. Tahapan kampanye telah berlangsung pada 23-25 September, dilanjutkan masa tenang 26-28 September, sebelum pemungutan dan penghitungan suara pada 29 September 2026.

Bagi aparat keamanan, tantangan utama bukan hanya memastikan TPS tetap aman, tetapi juga menjaga agar seluruh tahapan berlangsung tanpa intimidasi, provokasi maupun tindakan yang dapat mengganggu hak masyarakat dalam menentukan pemimpin desanya. **

  • Bagikan