Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kampanye di Hadapan 500 Massa, Jurae Gebrak Macang Tanggar: Dana Desa Disorot, Tanah 30,4 Hektare Jadi Perhatian

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260925 152023
Kampanye yang dikemas dalam suasana damai tersebut berlangsung di Kampung Translok Blok C, Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Jumat (25/9/2026). Kegiatan itu dihadiri sekitar 500 orang yang datang dari berbagai wilayah di Desa Macang Tanggar. (foto : Dok. Isth).

LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Calon Kepala Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jurae, S.IP, menggelar kampanye terbuka dalam rangka Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Macang Tanggar yang akan berlangsung pada 29 September 2026.

Kampanye yang dikemas dalam suasana damai tersebut berlangsung di Kampung Translok Blok C, Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Jumat (25/9/2026). Kegiatan itu dihadiri sekitar 500 orang yang datang dari berbagai wilayah di Desa Macang Tanggar.

Di hadapan massa pendukung dan masyarakat yang hadir, Jurae memaparkan sejumlah visi dan misi yang akan menjadi pijakan apabila dirinya dipercaya memimpin Desa Macang Tanggar untuk periode mendatang.

Jurae menegaskan, pembangunan desa tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi harus menyentuh aspek pelayanan pemerintahan, ekonomi masyarakat, pendidikan, kesehatan, kebudayaan, hingga perlindungan lingkungan.

“Terima kasih banyak. Selamat siang untuk teman-teman semua. Hari ini kita lebih kepada kampanye damai untuk pesta demokrasi. Adapun visi dan misi yang kami bawakan, yang pertama adalah membangun pemerintahan desa yang bersih, transparan dan melayani,” kata Jurae di hadapan massa.

Ia kemudian memaparkan sejumlah agenda utama yang menjadi prioritas apabila dirinya terpilih sebagai Kepala Desa Macang Tanggar.

“Yang kedua, meningkatkan kualitas infrastruktur desa. Ketiga, mendorong perekonomian masyarakat. Keempat, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan. Dan yang terakhir adalah melestarikan budaya dan lingkungan desa,” tegasnya.

Menurut Jurae, visi dan misi tersebut disusun dengan melihat kondisi serta potensi Desa Macang Tanggar yang memiliki wilayah cukup luas dan berada di kawasan strategis karena berdekatan dengan Labuan Bajo sebagai ibu kota pariwisata.

Baca Juga :  Sengketa 16 Hektare Karangan Memanas, Aktivis Ferry Adu Dukung Ahli Waris Haji Makking Tempuh Jalur Pengadilan
IMG 20260925 151956 1
Kampanye yang dikemas dalam suasana damai tersebut berlangsung di Kampung Translok Blok C, Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Jumat (25/9/2026). Kegiatan itu dihadiri sekitar 500 orang yang datang dari berbagai wilayah di Desa Macang Tanggar. (foto : Dok. Isth).

“Ini penting karena posisi Desa Macang Tanggar yang sangat dekat dengan ibu kota pariwisata ini sangat penting untuk kita angkat. Kalau kita lihat, wilayahnya sangat luas dan berbagai macam suku ada di Macang Tanggar,” ujarnya.

Ia menilai, keberagaman masyarakat dan posisi geografis Desa Macang Tanggar harus menjadi modal pembangunan, bukan justru menjadi sumber kesenjangan.

Karena itu, kata Jurae, pemerintahan desa ke depan harus mampu memastikan seluruh masyarakat mendapatkan pelayanan dan manfaat pembangunan secara adil.

“Poin-poin ini atau visi dan misi ini perlu kami angkat supaya apa yang menjadi harapan besar masyarakat sekarang bisa terwujud ketika kita terpilih pada proses tanggal 29 September 2026,” katanya.

Dalam kampanye tersebut, Jurae juga secara terbuka menyampaikan target politiknya dalam Pilkades Macang Tanggar.

Sebagai calon kepala desa nomor urut 1, ia menegaskan bahwa kemenangan dalam Pilkades menjadi pintu awal untuk menjalankan seluruh program yang telah disiapkan bersama tim.

“Targetnya harus menang dulu. Kalau tidak menang, visi dan misi kita tidak akan bisa berjalan dengan baik. Bahkan tidak akan bisa berjalan,” tegas Jurae.

Ia berharap dukungan masyarakat terhadap dirinya dapat menghasilkan perolehan suara sekitar 700 suara pada hari pemungutan suara.

“Oleh karena itu saya dan seluruh tim bersepakat untuk memperjuangkan ini. Semoga pada tanggal 29 September nanti kita bisa terpilih dengan akumulasi suara yang sampai kepada 700-an,” ujarnya.

Baca Juga :  Rp700 Juta Lebih Digelontorkan, Pansus DPRD Mabar Bongkar Carut-marut Tata Kelola Pariwisata, Koordinasi Pusat-Daerah Disorot Tajam

Namun, bagi Jurae, angka tersebut bukan semata-mata target politik. Ia menyebut dukungan masyarakat harus diterjemahkan menjadi mandat untuk melakukan perubahan dalam tata kelola pemerintahan desa.

Salah satu alasan utama Jurae maju sebagai calon Kepala Desa Macang Tanggar adalah hasil pengamatannya terhadap perjalanan pembangunan desa selama kurang lebih delapan tahun terakhir.

Ia mengaku menemukan sejumlah persoalan yang menurutnya perlu dibenahi, terutama menyangkut pemerataan pembangunan dan pemanfaatan anggaran desa.

“Kita melihat terkait delapan tahun yang sudah berlalu. Dari situ kita melihat bahwa banyak ketimpangan-ketimpangan yang terjadi di tengah masyarakat,” katanya.

Jurae juga menyinggung penggunaan dana desa yang menurutnya harus benar-benar diarahkan untuk kepentingan masyarakat secara luas.

“Dana desa secara aturannya sebenarnya untuk kepentingan umum. Tetapi dalam menjalankan dana ini, ada kelompok-kelompok tertentu yang mendapatkan. Ini yang membuat kita agak miris melihat perkembangan di sini,” ungkapnya.

Ia menilai, luas wilayah Desa Macang Tanggar yang terdiri dari enam dusun semestinya diikuti dengan pemerataan program pembangunan dan bantuan.

“Macang Tanggar ini luas dan ada enam dusun. Tetapi bantuannya hanya ada di beberapa tempat dan beberapa kelompok. Tidak merata,” ujarnya.

Persoalan tersebut, kata Jurae, menjadi salah satu alasan dirinya memutuskan untuk mengambil bagian dalam kontestasi Pilkades.

  • Bagikan