Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kampanye di Hadapan 500 Massa, Jurae Gebrak Macang Tanggar: Dana Desa Disorot, Tanah 30,4 Hektare Jadi Perhatian

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260925 152023
Kampanye yang dikemas dalam suasana damai tersebut berlangsung di Kampung Translok Blok C, Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Jumat (25/9/2026). Kegiatan itu dihadiri sekitar 500 orang yang datang dari berbagai wilayah di Desa Macang Tanggar. (foto : Dok. Isth).

“Dari sisi saya sebagai pribadi, ini penting untuk kita ambil bagian supaya kita memangkas sistem yang seperti itu,” tegasnya.

Selain persoalan pemerataan pembangunan, Jurae juga menyoroti masalah pertanahan yang menurutnya menjadi salah satu persoalan serius di Desa Macang Tanggar.

Ia menyebut, persoalan tanah di wilayah tersebut cukup kompleks, mulai dari dugaan tumpang tindih kepemilikan hingga persoalan transaksi tanah dan aset desa.

“Persoalan tanah di Macang Tanggar ini luar biasa banyaknya. Ada contoh persoalan tumpang tindih jual tanah,” katanya.

Lebih jauh, ia menyinggung adanya dugaan penjualan aset desa oleh kelompok tertentu.

“Tanah aset-aset desa juga dijual oleh sekelompok orang,” ungkapnya.

Jurae juga memberikan perhatian khusus terhadap lahan yang disebutnya berkaitan dengan kawasan konservasi dan sumber daya alam.

“Yang sangat spesial di sini berkaitan dengan lahan konservasi sumber daya alam. Ada beberapa kelompok tertentu yang menjual tanah itu dengan luas kurang lebih 30,4 hektare,” ujarnya.

Terkait persoalan tersebut, Jurae mengatakan dirinya memiliki komitmen untuk melakukan penataan dan penyelesaian apabila masyarakat memberikan kepercayaan kepadanya.

“Ke depan, ketika kita terpilih, kita akan menyelesaikan semua hal ini. Yang hak miliknya negara kita akan kembalikan, yang hak miliknya masyarakat kita akan pertahankan,” tegasnya.

Menurutnya, penyelesaian persoalan tanah harus dilakukan berdasarkan dokumen, aturan hukum dan status kepemilikan yang jelas sehingga tidak menimbulkan konflik baru di tengah masyarakat.

Baca Juga :  DPRD Golkar Minta Panitia Pilkades Mabar Patuh Juknis, Masyarakat Gunakan Suara Hati

Tidak hanya berbicara soal pemerintahan, pembangunan dan pertanahan, Jurae juga menjadikan sektor kesehatan sebagai salah satu program yang ingin diperkuat.

Ia memperkenalkan slogan yang akan menjadi semangat perjuangannya bersama tim, yakni “Macang Tanggar Makmur, Jaya, Sehat.”

Menurut Jurae, kata “sehat” memiliki makna penting karena pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapat perhatian pemerintah desa.

“Kenapa kita sehat? Dalam benak saya, masyarakat Macang Tanggar ini penting untuk dijadikan sehat,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmennya, Jurae menyatakan telah menyiapkan program ambulans gratis apabila dirinya dipercaya menjadi kepala desa.

“Oleh karena itu, pribadi kami dan tim menyiapkan namanya ambulans gratis ketika kita terpilih. Ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang sakit ataupun yang membutuhkan kehadiran kami,” katanya.

Ia mengatakan, armada tersebut nantinya diharapkan dapat membantu masyarakat, terutama dalam kondisi darurat ketika membutuhkan akses transportasi menuju fasilitas kesehatan.

“Ambulansnya kami sudah siapkan. Hari ini nanti kita lihat, ambulans kita itu satu armada. Ini penting bagi kami karena situasi atau keadaan ekonomi kita tidak semuanya sama,” jelasnya.

Jurae menegaskan, program tersebut disiapkan bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok, melainkan sebagai fasilitas sosial yang dapat digunakan masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga :  Rp700 Juta Lebih Digelontorkan, Pansus DPRD Mabar Bongkar Carut-marut Tata Kelola Pariwisata, Koordinasi Pusat-Daerah Disorot Tajam

“Pribadi saya memang mempersiapkannya untuk kepentingan kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Kampanye terbuka Jurae di Translok Blok C tersebut menjadi momentum bagi calon nomor urut 1 itu untuk menyampaikan gagasan perubahan yang ditawarkan kepada masyarakat Desa Macang Tanggar.

Di tengah persaingan Pilkades yang akan berlangsung pada 29 September 2026, Jurae membawa sejumlah isu utama, mulai dari pemerintahan desa yang transparan, pemerataan pembangunan, penguatan ekonomi masyarakat, pendidikan, kesehatan, pelestarian budaya dan lingkungan hingga penyelesaian persoalan pertanahan.

Ia menekankan bahwa seluruh program tersebut baru dapat dijalankan apabila dirinya memperoleh mandat dari masyarakat.

Karena itu, ia mengajak seluruh pendukung dan masyarakat untuk menjaga proses demokrasi desa tetap aman, damai dan bermartabat.

“Yang paling penting adalah bagaimana pesta demokrasi ini kita jalankan secara damai. Perbedaan pilihan adalah hal biasa, tetapi persatuan masyarakat harus tetap kita jaga,” pungkasnya.

Pilkades Macang Tanggar sendiri akan menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan arah kepemimpinan desa untuk periode mendatang. Dengan berbagai persoalan yang disorot, termasuk pemerataan pembangunan, pengelolaan dana desa, pertanahan dan pelayanan kesehatan, masyarakat akan menentukan pilihannya melalui pemungutan suara pada 29 September 2026. **

  • Bagikan