Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kebebasan Pers Melintasi Batas dalam Era Digital

  • Bagikan
Memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia setiap tanggal 3 Mei merupakan momen yang krusial bagi seluruh insan jurnalistik.
Alfonsius Andi, Pemimpin Redaksi Media NTTNews.net. (foto : isth).

Hal ini menjadi sorotan penting bagi jurnalis seperti Andi, yang menggarisbawahi perlunya etika dan kehati-hatian dalam menyampaikan informasi.

Namun, di balik tantangan tersebut, Andi melihat peran optimis jurnalisme dalam membentuk masyarakat yang lebih sadar akan hak-hak mereka.

“Jurnalis tidak hanya bertugas sebagai pemberi informasi, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial, dengan memberikan suara kepada yang tidak terdengar, mendokumentasikan kebenaran, dan memeriksa kekuasaan, jurnalis berperan penting dalam menjaga keseimbangan kekuasaan dan memberdayakan masyarakat, ” ujar Pemred NTTNews.net yang telah mengikuti Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers pada tahun 2021 itu.

Baca Juga :  Tri Dedy Mengamuk di Aksi: Kuota Padar Selatan Tidak Masuk Akal dan Mencekik Rakyat!

Andi juga menyoroti pentingnya dukungan dari berbagai pihak terhadap kebebasan pers.

“Kerjasama antara media, pemerintah, dan masyarakat sangatlah penting dalam menjaga lingkungan informasi yang sehat. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk melindungi kebebasan pers dan memastikan adanya regulasi yang mendukung transparansi dan akuntabilitas media,” tambahnya.

Baca Juga :  Tak Main-Main! PSI Manggarai Barat Siapkan Kekuatan Penuh Rebut 2029

Terlepas dari tantangan yang dihadapi, Andi mengajak semua pihak untuk tidak pernah menyerah dalam memperjuangkan kebebasan pers.

“Kebebasan pers bukanlah tujuan akhir, melainkan perjalanan yang terus-menerus membutuhkan upaya kolektif. Dengan tetap berpegang pada nilai-nilai jurnalisme yang benar, kita dapat menjaga kebebasan pers sebagai salah satu pilar utama dalam membangun masyarakat yang inklusif, berbudaya, dan bermartabat, “tegasnya. **

  • Bagikan