Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kemenko Dorong Pembangunan Lintas Utara Flores: Arah Baru Pertumbuhan Ekonomi NTT

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20251025 163209
Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Tata Ruang menegaskan komitmennya untuk mengembangkan koridor lintas utara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis pertanian dan peternakan rakyat. (foto : isth).

“Anggaran itu terlalu kecil. Harus ada tambahan, bahkan bila perlu dari dana darurat. Kalau hanya mengandalkan itu, jalur ini tidak akan tertangani,” tegasnya.

Legislator Desak Penanganan Serius

Anggota DPRD dari PKB, Yohanes Rumat, menegaskan jalur lintas utara merupakan “urat nadi” distribusi bahan pokok dan minyak ke berbagai kabupaten di Flores.

“Kerusakan di lapangan jauh lebih besar dari kesiapan anggaran. Pemerintah harus segera menyelesaikan ini karena dampaknya luas terhadap perekonomian masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Siena Katrina dari Fraksi Amanat Sejahtera menyoroti buruknya kualitas pengerjaan jalan sebelumnya.

“Saya lihat gorong-gorong di Desa Nggorang menggunakan material sing, bukan beton. Itu tidak standar. Akibatnya, jalan cepat rusak dan sudah ada korban jiwa karena longsor,” ujarnya tegas.

Baca Juga :  Lawan Pilkada ke NasDem, Mantan Cawabup Andi Risky Kini Pegang Pos Strategis

Dari Fraksi Demokrat, Astria Blandina Gaidaka, memperingatkan bahwa musim hujan akan memperparah kondisi jalan.

“Kalau siang saja sudah takut lewat, apalagi malam. Jalan sudah retak dan licin. Pemerintah harus segera bertindak,” katanya.

Sementara Vinsen Pata dari Fraksi PDI-P menyoroti lambannya respons pemerintah provinsi dalam menangani kerusakan infrastruktur.

“Selama ini pemerintah baru bergerak setelah ada korban. Padahal pengawasan sejak awal itu penting. Kalau hanya Rp1,6 miliar, paling bisa perbaiki satu segmen. Untuk longsoran dan jembatan butuh Rp5–10 miliar,” ujarnya kritis.

Baca Juga :  Kapolda NTT Rotasi Perwira, Leo Marpaung Kini Pimpin Polairud Manggarai Barat

Ia mengingatkan, kerusakan jalan lintas utara ini kontras dengan citra Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium.

“Kita punya bandara internasional dan jadi wajah pariwisata dunia, tapi jalan menuju ke sana rusak parah. Ini mencoreng citra NTT di mata dunia,” pungkasnya.

Kelima legislator sepakat mendorong Pemerintah Provinsi NTT, khususnya Dinas PUPR, untuk melakukan perbaikan darurat di titik-titik kritis sebelum musim hujan memperparah kondisi jalan.

“Kami datang bukan bawa suara pribadi, tapi suara lintas komisi. Ini keprihatinan bersama. Kami berharap gubernur dan jajarannya serius menindaklanjuti,” tutup Rusding. **

  • Bagikan