“Saya menggunakan uang tersebut untuk kepentingan pribadi saya,” ujarnya.
Sementara itu, Silvester Arifin, atau yang akrab disapa Sil Enggong, selaku ketua komite, menyampaikan bahwa kepala sekolah tersebut telah menggelapkan dana PIP senilai puluhan juta rupiah selama tiga tahun.
“Semua buku rekening siswa dia simpan dengan alasan hilang,” ungkapnya.
Sil Enggong juga menambahkan bahwa banyak siswa yang tidak menerima bantuan PIP selama tiga tahun berturut-turut dengan alasan yang sama, yakni buku rekening hilang.
“Kami bersama orang tua siswa akan mengambil langkah hukum jika kepala sekolah tidak bertanggung jawab atas perbuatannya,” tegasnya.
Skandal ini telah menimbulkan dampak serius bagi reputasi SMPN 3 Kuwus Barat.
“Situasi di sekolah ini telah menjadi bahan pembicaraan liar di masyarakat, sehingga banyak orang tua calon siswa yang enggan mendaftarkan anak mereka ke sekolah ini,” ungkap Sil Enggong. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









