Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kericuhan Turnamen Futsal di GOR Ruteng, Club EASTERN BOY Labuan Bajo Jadi Korban Pengeroyokan

  • Bagikan
IMG 20241220 005545
Kericuhan Turnamen Futsal di GOR Ruteng, Club EASTERN BOY Labuan Bajo Jadi Korban Pengeroyokan. (Sumber foto : Screenshoot video).

Melihat situasi tak terkendali, para pemain EASTERN BOY terpaksa melarikan diri keluar gedung untuk menyelamatkan diri.

IMG 20241220 005558
Kericuhan Turnamen Futsal di GOR Ruteng, Club EASTERN BOY Labuan Bajo Jadi Korban Pengeroyokan. (Sumber foto : Screenshoot video).

Menanggapi video tersebut, warganet mengungkapkan kekecewaannya. Akun Facebook bernama @Soni Warung menulis:

“Aduh Tuhan e, untung tim anak saya dari SMA Negeri Komodo kemarin sore sudah kalah di babak 16 besar dan sudah pulang dengan selamat ke Labuan Bajo. Kami sebagai orang tua kecewa. Saya tidak mau lagi anak saya ikut pertandingan di Ruteng kalau akhirnya dipukul begitu saja. Panitia harus bertanggung jawab atas kericuhan ini. Kok penonton ikut memukul anak-anak kami? Ini sudah tidak benar.”

Komentar serupa juga datang dari akun @Oei Dong Mei, yang mengatakan:

“Untung anak-anak saya sudah pulang ke Labuan Bajo setelah kalah di babak 16 besar tadi malam. Salut untuk tim ESTON BOY yang memilih keluar dari GOR demi keselamatan. Panitia S2COM Tournament, apa tidak ada keamanan? Kesannya ada pembiaran.”

Sementara itu, akun @Martin Rangga menulis:

“Tolong anak-anak dari Labuan Bajo pulang. Kasihan kalian diperlakukan seperti ini, sementara panitia hanya menonton kegaduhan.”

Dari informasi yang diperoleh, turnamen ini diselenggarakan oleh S2COM Jilid 2, yang diduga tidak memiliki izin resmi. Saat ini, pihak penyelenggara telah dipanggil oleh Polres Manggarai untuk dimintai keterangan.

Hingga berita ini diterbitkan, penyelenggara kegiatan belum berhasil dikonfirmasi atas insiden tersebut. Pihak Polres Manggarai yang telah dikonfirmasi melalui WhatsApp juga belum memberikan jawaban.

Peristiwa ini memicu kekecewaan mendalam dari masyarakat Labuan Bajo, khususnya para orang tua yang anak-anaknya menjadi korban. Mereka berharap ada tindakan tegas terhadap panitia serta penyelenggaraan turnamen yang tidak mematuhi prosedur keamanan. **

Baca Juga :  Tolak Kuota 1.000 Wisatawan ke TNK, Ketua AWSTAR Peringatkan Anggota
  • Bagikan