Komitmen tersebut mendapat dukungan penuh dari Pengurus Pusat PMKRI. Dalam sambutannya, Yohanes G. Karmon menegaskan bahwa setiap cabang PMKRI memiliki otonomi yang harus dijaga dan dihormati.
“Setiap cabang memiliki otonominya sendiri. Cabang harus mandiri dalam menentukan arah geraknya. Saran dari senior dan alumni itu penting dan baik, tetapi keputusan akhirnya tetap berada di tangan pengurus cabang,” tegas Yohanes.
Ia juga berharap kepengurusan baru mampu membawa perubahan yang berkelanjutan bagi PMKRI Cabang Labuan Bajo dengan terus membenahi organisasi, memperkuat kerja sama, serta menjaga keberlangsungan kaderisasi.
“Benahi terus organisasi, terus belajar, bangun kerja sama, dan yang paling penting adalah kaderisasi harus terus berjalan. Tanpa kaderisasi, PMKRI akan kehilangan rohnya,” katanya.
Yohanes turut mengingatkan bahwa PMKRI sedang berada di hadapan momentum besar, yakni pelaksanaan Kongres dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) tahun 2026, di mana Regio Flores ditetapkan sebagai tuan rumah dengan PMKRI Cabang Ruteng sebagai lokasi pelaksanaan.
“Labuan Bajo adalah pintu masuk Flores. Karena itu PMKRI Cabang Labuan Bajo harus kuat, solid, dan kaderisasinya berjalan dengan baik agar siap menyambut agenda nasional ini,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan senior dan alumni PMKRI, Chelus Pahun, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua Presidium dan seluruh jajaran pengurus yang telah resmi dilantik.
“Jajaran pengurus baru ini sangat beruntung karena karier organisasinya sangat cepat. Baru mengikuti pendidikan awal tahun ini, tetapi sudah langsung masuk dalam kepengurusan. Ini keputusan yang hebat dan memang membutuhkan keberanian,” ungkapnya.
Menurut Chelus, jajaran pengurus saat ini lahir dari apa yang ia sebut sebagai “angkatan revolusi”, sehingga harus benar-benar memaknai revolusi sebagai keberanian untuk melakukan perubahan nyata bagi PMKRI Cabang Labuan Bajo.
Ia juga menegaskan bahwa menjadi kader PMKRI tidak hanya soal intelektualitas dan gerakan sosial, tetapi juga soal penghayatan nilai spiritualitas yang berakar pada tiga benang merah PMKRI.
“Nilai Kristianitas harus sungguh dimaknai dan dihidupi. PMKRI Labuan Bajo harus mulai membangun kembali fraternitas, persaudaraan sejati antar kader,” pungkasnya. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









