Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Ketua PMKRI Labuan Bajo Resmi Dilantik, Siap Ambil Peran Kritis di Daerah Pariwisata

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20251215 112407
Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Labuan Bajo Sanctus Fransiskus Asisi Periode 2025–2026 resmi dilantik pada Sabtu (13/12/2025). (foto : isth).

LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Labuan Bajo Sanctus Fransiskus Asisi Periode 2025–2026 resmi dilantik pada Sabtu (13/12/2025). Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Aula Gedung Pramuka SMIP Labuan Bajo.

Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Presidium Riset dan Teknologi Pengurus Pusat PMKRI Sanctus Thomas Aquinas Periode 2024–2026, Yohanes G. Karmon.

Dalam kesempatan itu, ia secara resmi melantik Mandataris RUAC II/Formatur Tunggal/Ketua Presidium PMKRI Cabang Labuan Bajo, Fransiska Heldiana Juita, beserta seluruh jajaran pengurus untuk masa bakti 2025–2026.

Prosesi pelantikan ditandai dengan pemasangan Gordon sebagai simbol kebesaran organisasi serta jas merah PMKRI kepada Ketua Presidium terpilih.

Acara ini turut dihadiri oleh senior dan alumni PMKRI, serta perwakilan organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Cipayung Plus, di antaranya Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Manggarai Barat, sebagai wujud solidaritas dan sinergi gerakan mahasiswa.

Baca Juga :  Kades Golo Mori Diperiksa Maraton oleh Penyidik Polda NTT, Ada Apa?

Dalam pidato perdananya, Ketua Presidium PMKRI Cabang Labuan Bajo, Fransiska Heldiana Juita, menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian struktur kepengurusan, melainkan sebuah panggilan tanggung jawab untuk menghidupkan kembali semangat pergerakan PMKRI.

“Pelantikan ini bukan hanya seremoni, tetapi panggilan untuk kembali menghidupkan spirit pergerakan PMKRI, sebagaimana tema yang kita usung bersama: Membangun Kembali Spirit Pergerakan: Dari Diam ke Gerak, Dari Lupa ke Sadar,” tegas Fransiska.

Ia menyampaikan bahwa arah gerakan PMKRI Cabang Labuan Bajo ke depan akan difokuskan pada isu-isu strategis lokal, khususnya di bidang pariwisata dan kewirausahaan, tanpa meninggalkan identitas PMKRI sebagai organisasi kader yang berakar pada nilai-nilai gereja dan keberpihakan kritis terhadap realitas sosial.

Baca Juga :  Wabup Mabar Perintahkan Kadis Kesehatan Panggil Direktur RS Siloam Terkait Dugaan Penolakan Pasien

“Kita harus mengambil bagian dalam geliat pariwisata dengan terlibat secara sadar dan kritis, termasuk dengan mencoba menghasilkan sesuatu melalui kewirausahaan. Namun, kita tidak boleh melupakan panggilan kita sebagai prajurit Gereja yang kritis,” ujarnya.

Salah satu poin penting yang ditekankan Fransiska adalah komitmen menjaga otonomi cabang sebagai ruang kemandirian berpikir dan bergerak sesuai dengan konteks lokal Manggarai Barat.

“Kami berkomitmen menjaga otonomi cabang sebagai ruang kemandirian berpikir dan bergerak sesuai realitas lokal, tanpa melepaskan diri dari nilai, konstitusi, dan ideologi PMKRI,” lanjutnya.

  • Bagikan