Ia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah melantik 39 kepala sekolah baru dan akan melanjutkan proses penataan kepala sekolah yang masih berstatus pelaksana tugas.
“Kami ingin seluruh sekolah dipimpin oleh kepala sekolah definitif yang memenuhi syarat dan memiliki sertifikat kepala sekolah sesuai regulasi terbaru,” jelasnya.
Selain itu, Dinas PKO juga tengah menyusun buku ajar muatan lokal pariwisata yang akan mulai diterapkan pada tahun ajaran mendatang.
“Labuan Bajo adalah daerah pariwisata. Karena itu pendidikan pariwisata harus mulai dikenalkan dari ruang kelas agar generasi muda memiliki kesadaran dan pemahaman tentang daerahnya sendiri,” katanya.
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Manggarai Barat dalam sambutannya menegaskan bahwa organisasi yang kuat merupakan syarat utama untuk mewujudkan guru profesional dan pendidikan bermutu.
“Organisasi kuat, guru profesional, pendidikan bermutu. Tiga hal ini saling berkaitan dan menjadi cita-cita bersama kita,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa guru membutuhkan wadah yang mampu memperjuangkan aspirasi dan kepentingan profesi. Karena itu, keberadaan PGRI harus terus diperkuat melalui partisipasi aktif seluruh anggota.
“Kalau guru ingin maju, maka ia membutuhkan wadah. Kita sudah sepakat bahwa wadah itu adalah PGRI. Karena itu organisasi ini harus kita tata dan kelola bersama dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, ukuran profesionalisme guru tidak dapat dilihat hanya dari banyaknya sertifikat pelatihan yang dimiliki, tetapi dari hasil nyata yang tampak pada kualitas peserta didik.
“Profesionalisme guru tidak diukur dari tumpukan sertifikat atau ijazah. Ukuran yang sesungguhnya adalah kualitas anak-anak didik yang kita hasilkan,” katanya.
Ketua PGRI juga menyoroti isu kesejahteraan dan perlindungan hukum bagi guru yang masih menjadi perhatian serius organisasi.
“Kesejahteraan dan kualitas guru harus berjalan beriringan. Kita tidak boleh mempertentangkan keduanya. Guru yang sejahtera akan lebih fokus dalam menjalankan tugas profesionalnya,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa PGRI Manggarai Barat telah menjalin komunikasi dengan Polres Manggarai Barat terkait mekanisme pendampingan terhadap guru yang menghadapi persoalan hukum saat menjalankan tugas profesinya.
“Kami sudah berdiskusi dengan aparat penegak hukum agar ketika ada kasus yang melibatkan guru dalam menjalankan tugas profesional, PGRI dilibatkan untuk bersama-sama mencari solusi yang terbaik,” jelasnya.
Konferensi Kerja Kabupaten I PGRI Manggarai Barat Tahun 2026 ini diharapkan mampu menghasilkan berbagai rekomendasi strategis bagi penguatan organisasi, peningkatan kompetensi guru, perlindungan profesi, serta peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Manggarai Barat.
Dengan semangat solidaritas dan profesionalisme yang terus diperkuat, PGRI Manggarai Barat optimistis dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Saya percaya, dengan semangat kebersamaan yang dibangun melalui PGRI, kita dapat mewujudkan pendidikan yang semakin maju dan berkualitas di Kabupaten Manggarai Barat,” tutup Agustinus Gias saat membuka konferensi secara resmi. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









