Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Konferensi Kerja I PGRI Manggarai Barat 2026 Resmi Dibuka Kadis Pendidikan

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260622 113717
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Manggarai Barat menggelar Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I Tahun 2026 masa bakti 2025–2030, Senin (22/6/2026), bertempat di Aula Koperasi Kredit Suka Damai, Cowang Ndereng, Labuan Bajo, Desa Batu Cermin. (foto : Dok. Isth).

LABUAN BAJO | NTTNEWS.NET – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Manggarai Barat menggelar Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I Tahun 2026 masa bakti 2025–2030, Senin (22/6/2026), bertempat di Aula Koperasi Kredit Suka Damai, Cowang Ndereng, Labuan Bajo, Desa Batu Cermin.

Kegiatan yang mengusung tema “Memperkuat Organisasi dan Profesionalisme Guru” ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Manggarai Barat, Agustinus Gias, S.Pd, serta dihadiri pengurus PGRI Kabupaten dan Kecamatan, para kepala sekolah, guru, pengawas sekolah, perwakilan Kementerian Agama, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Agustinus Gias menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran pengurus PGRI Manggarai Barat yang telah menyelenggarakan konferensi kerja sebagai wadah konsolidasi organisasi, evaluasi program, dan perumusan langkah-langkah strategis dalam memajukan pendidikan di daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pengurus PGRI Kabupaten Manggarai Barat atas penyelenggaraan konferensi kerja ini. Forum ini sangat penting sebagai sarana konsolidasi organisasi, evaluasi program, serta perumusan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan peran dan kontribusi guru dalam pembangunan pendidikan di daerah yang kita cintai,” ujar Agustinus.

Menurutnya, PGRI bukan sekadar organisasi profesi biasa, melainkan mitra strategis pemerintah dalam perjalanan pembangunan pendidikan nasional maupun daerah.

“PGRI memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperjuangkan hak-hak guru, serta mengembangkan kompetensi tenaga pendidik. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah,” tegasnya.

Baca Juga :  Jamaludin Optimis Menang dan Lanjutkan Periode Kedua di Pilkades Macang Tanggar

Dalam kesempatan tersebut, Agustinus menyoroti pentingnya solidaritas di kalangan guru. Ia berharap seluruh guru, baik ASN, PPPK maupun guru swasta, dapat bergabung dalam organisasi profesi PGRI.

“Saya masih mendengar ada guru yang belum bergabung dalam organisasi profesi ini. PGRI bukan organisasi untuk guru PNS atau PPPK saja, tetapi organisasi seluruh guru di Kabupaten Manggarai Barat. Solidaritas yang dibangun harus menjangkau semua guru tanpa membedakan status dan tempat tugas,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa berbagai hak dan kesejahteraan yang saat ini dinikmati guru merupakan hasil perjuangan panjang PGRI hingga tingkat nasional.

“Apa yang kita nikmati hari ini tidak lepas dari perjuangan PGRI dari tingkat daerah hingga pusat. Karena itu saya berharap seluruh guru dapat menjadi anggota PGRI agar organisasi ini semakin kuat dalam memperjuangkan nasib guru,” tambahnya.

Agustinus juga menekankan bahwa profesionalisme guru tidak boleh hanya dimaknai sebagai tuntutan kesejahteraan atau tunjangan profesi.

“Jangan sampai kita bertopeng di balik kata profesionalisme hanya untuk berbicara soal hak-hak finansial. Yang paling penting adalah bagaimana profesionalisme itu tercermin dalam pelayanan kepada peserta didik. Anak-anak adalah pihak yang paling merasakan dampak dari kualitas profesionalisme kita,” ujarnya.

Baca Juga :  Enam Bakal Calon Ramaikan Pilkades Macang Tanggar, Pendukung Jurae Optimistis Menang Satu Putaran

Menurutnya, guru saat ini dituntut menjadi fasilitator, inovator, motivator sekaligus teladan bagi peserta didik di tengah perkembangan teknologi dan perubahan dunia pendidikan yang semakin kompleks.

Pada bagian lain sambutannya, Agustinus mengungkapkan hasil pendalaman yang dilakukannya sejak menjabat Kepala Dinas PKO Manggarai Barat. Ia mengaku menemukan berbagai persoalan yang perlu segera dibenahi, salah satunya terkait validitas Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Saya menemukan bahwa kondisi Dapodik kita sedang tidak baik-baik saja. Masih ada praktik manipulasi data sekolah untuk kepentingan tertentu. Kalau data tidak sesuai kondisi riil, maka pemerintah pusat akan salah membaca kebutuhan daerah kita,” ungkapnya.

Ia menegaskan tidak akan mentolerir praktik manipulasi data karena berdampak langsung terhadap peluang memperoleh bantuan pembangunan pendidikan dari pemerintah pusat.

“Mulai hari ini saya minta semua kepala sekolah memastikan data yang dimasukkan benar-benar sesuai kondisi nyata di lapangan. Hanya dengan data yang valid kita bisa menarik program dan anggaran pusat untuk pembangunan pendidikan di Manggarai Barat,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, Agustinus juga memaparkan sejumlah program prioritas Dinas PKO Manggarai Barat, di antaranya penguatan kompetensi kepala sekolah, penataan kepemimpinan sekolah, pengembangan muatan lokal pariwisata, hingga peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

  • Bagikan