“Pada saat momentum pemilihan umum, semua orang dihadirkan, bahkan yang tidak mampu sekalipun. Tetapi ketika masyarakat menjerit karena kesulitan air bersih, Bupati justru tidak menghiraukan. Pada kenyataannya, beliau seolah hilang, kabur, dan lari dari tanggung jawab,” tegas Edi dalam orasinya.
Ia juga menekankan bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditawar.
Menurutnya, ketidakmampuan pemerintah dalam memastikan akses air bersih mencerminkan kegagalan negara dalam memenuhi hak dasar warganya.
“Air adalah kebutuhan dasar. Ketika masyarakat harus berjuang setiap hari hanya untuk mendapatkan air bersih, maka di situlah negara sedang gagal hadir. Kami menuntut langkah cepat, nyata, dan berkelanjutan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai,” tambahnya.
Hingga saat ini, warga Desa Paralando dilaporkan masih harus menempuh berbagai cara untuk memperoleh air bersih, termasuk mengambil air dari sumber yang jauh dengan kondisi terbatas. Situasi ini telah berlangsung cukup lama tanpa solusi yang memadai.
Aliansi GEMPAR menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan tersebut hingga ada tindakan nyata dari Bupati Manggarai, Heribertus G.L. Nabit.
Mereka juga memperingatkan bahwa jika tuntutan tidak segera direspons secara serius, maka aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar akan kembali digelar dalam waktu dekat. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









