Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Hardiknas Jadi Alarm Pendidikan Mabar, Ketua DPRD Serukan Literasi, Karakter, dan Kolaborasi Tiga Pilar

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260502 142127
Ketua DPRD Manggarai Barat Benediktus Nurdin, Saat Membagikan Buku Literasi di SDK Wae Medu Labuan Bajo. (foto : Dok. Isth).

LABUAN BAJO | NTTNEWS.NET – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Benediktus Nurdin, S.T., menyampaikan pesan reflektif sekaligus ajakan konkret kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat kualitas pendidikan di daerah tersebut.

Menurutnya, Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sejauh mana dunia pendidikan telah memberikan dampak nyata bagi generasi muda, khususnya di Manggarai Barat yang kini berkembang sebagai daerah strategis dan destinasi super prioritas.

“Hari Pendidikan Nasional menjadi momentum penting bagi kita semua di Kabupaten Manggarai Barat untuk merefleksikan kembali sejauh mana pendidikan telah membawa perubahan nyata bagi generasi muda kita. Sebagai Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat, saya ingin menyampaikan tiga hal mendesak yang harus menjadi perhatian bersama,” ungkap Benediktus.

Baca Juga :  Oknum ASN Malaka Diduga Serang Wartawan, Pemred Oke Narasi Tempuh Jalur Hukum

Ia menegaskan, tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan akses, tetapi juga kualitas, terutama dalam menghadapi perubahan zaman yang begitu cepat.

Dalam poin pertamanya, Benediktus menyoroti pentingnya membangun kembali budaya membaca di kalangan anak-anak.

Ia melihat adanya kecenderungan menurunnya minat baca akibat dominasi teknologi digital dan penggunaan gawai yang tidak terkontrol.

“Pertama, kita harus membudayakan kembali kebiasaan membaca buku literasi bagi anak-anak. Di era digital ini, minat baca anak-anak kita cenderung menurun. Padahal, membaca adalah jendela dunia,” tegasnya.

Ia mengajak semua pihak, mulai dari sekolah, pemerintah desa, hingga orang tua, untuk mengambil peran aktif dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya minat baca.

Baca Juga :  DPP PKB Ambil Alih Seleksi Ketua DPC, Manggarai Barat Sorong Enam Nama

“Saya mengajak seluruh sekolah, perpustakaan desa, dan orang tua untuk menyediakan buku-buku menarik serta menciptakan sudut baca yang nyaman. Mari jadikan membaca sebagai kebutuhan, bukan sekadar tugas sekolah,” lanjutnya.

Menurutnya, budaya literasi yang kuat akan melahirkan generasi yang kritis, kreatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Selain literasi, Benediktus juga menekankan pentingnya pendidikan karakter. Ia mengingatkan bahwa sistem pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada capaian akademik semata, tetapi juga harus membentuk kepribadian yang utuh.

  • Bagikan