Namun, ketika BBM sampai di Labuan Bajo, situasinya jauh berbeda. Bonie menyatakan bahwa BBM tidak hanya langka di SPBU, tetapi juga sulit ditemukan di pengecer botol. Hal ini menyulut pertanyaan apakah penjual botol sengaja menarik diri untuk menaikkan harga hingga mencapai Rp50.000 per botol.
“Ketika sampai di Labuan Bajo, kelangkaan BBM itu terjadi termasuk yang jual eceran botol, apakah yang botol juga sengaja menghilang? Supaya ada dugaan per botol mereka jual sampai 50.000/botl. GILA!!!” ungkap Bonie dengan nada frustrasi.
Kondisi ini telah menciptakan antrian panjang di SPBU Labuan Bajo, dengan beberapa kendaraan mulai mengantri sejak dini hari. Antrian kendaraan baik roda empat maupun roda dua dikabarkan mencapai kurang lebih satu kilometer.
Dampak dari kelangkaan BBM ini terasa luas, tidak hanya mengganggu mobilitas harian masyarakat tetapi juga mengancam kelancaran aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
“Permasalahan ini menjadi sorotan utama di tengah-tengah masyarakat Labuan Bajo dan diharapkan segera mendapatkan solusi agar kestabilan ketersediaan BBM dapat segera dipulihkan, ” Harap Bonie. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









