Partisipasi masyarakat dalam acara ini mencapai sekitar 600 orang, menandakan antusiasme tinggi dari warga sekitar.
Konvergensi politik dan tradisi dalam acara Wuat Wa’i memberikan ruang bagi kekayaan budaya dan persatuan.
Wuat Wa’i, di atas signifikansinya secara politis, menjadi panggung bagi pertukaran budaya dan penyatuan.
Serangkaian upacara adat dan sambutan hangat tidak hanya merayakan langkah politik Edi Endi, tetapi juga mendukung Martinus Mitar, yang dikenal dengan semangatnya dalam mewakili suara masyarakat.
“Kami percaya kehadiran beliau dan dukungan dari masyarakat akan membawa perubahan positif bagi wilayah kami,” tandas seorang peserta acara.
“Wuat Wa’i tidak hanya menjadi sorotan politik, tetapi juga menggambarkan hubungan erat antara pemimpin dan masyarakat, menciptakan babak tak terhapuskan dalam kisah politik Manggarai Barat, ” Tutup Masyarakat itu dengan bangga. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









