Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Marak Pembelian BBM Pakai Jerigen, Warga Keluhkan Kelangkaan di SPBU Labuan Bajo

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20250802 211527
Marak Pembelian BBM Pakai Jerigen, Warga Keluhkan Kelangkaan di SPBU Labuan Bajo. (foto : isth).

Namun kenyataannya, mereka justru memanfaatkan celah melakukan pembelian BBM non-subsidi di SPBU lalu dijual kembali kepada pengusaha kapal wisata dengan harga yang jauh lebih tinggi.

“Kelangkaan BBM di SPBU sangat terasa. Subsidi habis, yang non-subsidi juga ikut lenyap. Masyarakat tidak punya pilihan lain, akhirnya harus antre lebih lama atau membeli dari pengecer dengan harga lebih mahal,” ujar Fransiskus, pengemudi ojek.

Sementara itu, beberapa warga menyebutkan bahwa ada kendaraan-kendaraan tertentu yang seolah-olah rutin mengantre di SPBU, namun tujuannya bukan untuk konsumsi kendaraan, melainkan sebagai pengangkut jerigen BBM untuk didistribusikan maupun dijual kembali kepada pengusaha kapal wisata.

Baca Juga :  Tak Main-Main! PSI Manggarai Barat Siapkan Kekuatan Penuh Rebut 2029

“Kami bisa lihat sendiri, mobil pick-up itu isinya jerigen semua. Beli BBM bukan buat kendaraan, tapi buat diangkut ke pelabuhan untuk kapal. Ini jelas-jelas salah dan melanggar ketentuan distribusi BBM,” keluh seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga berharap pihak terkait, termasuk Pertamina, aparat kepolisian, serta pemerintah daerah, segera mengambil tindakan tegas untuk mengatur dan mengawasi distribusi BBM di Labuan Bajo.

Baca Juga :  Sampul Tempo Picu Amarah, NasDem Manggarai Barat Ultimatum Redaksi

Jika praktik pembelian BBM dengan jerigen untuk kapal wisata terus dibiarkan, maka kelangkaan akan semakin parah dan merugikan masyarakat pengguna kendaraan darat.

“Kami minta pemerintah dan aparat turun tangan. Ini soal kebutuhan dasar. Kalau SPBU tidak bisa melayani masyarakat karena BBM habis diborong untuk kepentingan industri pariwisata, lantas siapa yang dilayani?” tutup Anton dengan nada kecewa. **

  • Bagikan