Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto Tegaskan Usut Tuntas Kematian Prada Lucky

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20250811 214851
Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, melayat ke rumah duka Prada Lucky Cepril Saputra Namo di Asrama Kuanino, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Senin (11/8/2025). (foto : isth).

KUPANG, NTTNEWS.NET – Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, melayat ke rumah duka Prada Lucky Cepril Saputra Namo di Asrama Kuanino, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Senin (11/8/2025).

Kehadiran Pangdam menjadi wujud empati, dukungan moril, sekaligus bentuk kepedulian pimpinan TNI terhadap prajuritnya yang meninggal secara tragis.

Dalam kesempatan itu, Pangdam menyampaikan duka cita yang mendalam, menyebut peristiwa ini sebagai kehilangan besar bagi keluarga besar TNI, serta menegaskan penyesalan atas insiden memilukan tersebut.

Baca Juga :  Bupati Edi Rotasi 15 Pejabat Mabar, Kinerja Buruk Terancam Dicopot Tiap 6 Bulan

“Pimpinan TNI, mulai dari Menteri Pertahanan RI, Panglima TNI, Wakil Panglima TNI, hingga Kepala Staf Angkatan Darat, telah memerintahkan pengusutan mendalam dan proses hukum terhadap siapa pun yang terlibat dalam peristiwa yang menyebabkan meninggalnya Prada Lucky. Kami pastikan perintah tersebut dijalankan sesuai prosedur hukum yang berlaku di lingkungan TNI,” tegas Mayjen Budyakto.

Ia menjelaskan, seluruh pihak yang diduga terlibat kini tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh Polisi Militer. Untuk memastikan proses berjalan cepat dan tuntas, Pangdam memerintahkan Komandan Polisi Militer Kodam IX/Udayana turun langsung menangani kasus di Kupang.

Baca Juga :  DPRD Desak Inspektorat Buka Hasil Audit DP3AKB Matim, Dugaan Temuan Miliaran Rupiah Jadi Sorotan

Berdasarkan laporan awal, rekonstruksi kejadian akan segera dilaksanakan. Hingga saat ini, 4 prajurit telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Subdenpom Ende, sementara 16 prajurit lainnya masih menjalani penyidikan intensif dan dalam waktu dekat akan ditahan.

  • Bagikan