Sebelumnya, pada 28 Januari 2026, telah dilaksanakan pertemuan antara warga Kampung Lesem dan Desa Golo Riwu yang menghasilkan kesepakatan bersama untuk membangun jembatan penyeberangan darurat secara gotong royong, yang kemudian direalisasikan pada hari ini.
Pembangunan jembatan dilakukan dengan memanfaatkan material lokal, seperti pasir, bambu, dan bahan lainnya yang disediakan oleh warga setempat.
“Pembangunan hari ini sudah mencapai sekitar 50 persen dan akan dilanjutkan besok hingga selesai,” kata IPTU Arsilinus.
Sementara itu, mengingat kondisi cuaca yang masih sering diguyur hujan, pihak sekolah mengimbau para siswa, khususnya yang berasal dari Kampung Lesem, agar sementara waktu menginap di rumah keluarga atau teman di Desa Golo Riwu demi keselamatan.
“Keselamatan anak-anak adalah yang utama. Kami berharap mereka tidak memaksakan diri menyeberangi sungai saat debit air tinggi,” imbaunya.
Kegiatan pembangunan jembatan darurat ini berakhir pada pukul 17.00 WITA dan akan dilanjutkan kembali pada Selasa, 3 Februari 2026, mulai pukul 09.00 WITA, dengan agenda pembuatan alas pijakan, pemasangan pagar pengaman, serta pengecatan jembatan.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir PLT Danramil 1630/03 Macang Pacar, Serma Mustamin, bersama anggota, sebagai bentuk sinergi TNI-Polri dan masyarakat dalam menjaga keselamatan warga, khususnya generasi muda. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









