Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Penjualan Karcis ETMC Ende Diduga Diobral, Penonton Protes: “Kok di Loket Habis, di Calo Malah Ada?”

Kontributor : Rian Laka Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20251119 202052
Di tengah euforia penyelenggaraan El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIV Tahun 2025 di Kabupaten Ende, muncul persoalan serius terkait penjualan karcis masuk stadion. (foto : Screenshoot Video).

Ia menilai manajemen panitia lemah dan tidak profesional.

“Panitia harusnya bertanggung jawab. Jangan biarkan karcis jatuh ke tangan calo. Kalau calo bisa kuasai tiket, berarti pengawasan panitia sangat lemah. Kami bahkan menduga jangan-jangan ada perintah khusus dari panitia supaya karcis dijual dengan harga lebih tinggi untuk keuntungan di luar stadion.” katanya.

Hasil pantauan langsung NTTNEWS.NET menunjukkan bahwa penjualan karcis untuk laga Perse Ende vs SERGIO dibuka sejak pukul 10.00 WITA. Namun hanya dalam hitungan satu jam, tiket dinyatakan habis.

Baca Juga :  Tak Main-Main! PSI Manggarai Barat Siapkan Kekuatan Penuh Rebut 2029

Keadaan ini memicu kerumunan penonton yang mempertanyakan kejanggalan tersebut. Banyak dari mereka mengaku belum sempat mendapatkan tiket, tetapi melihat calo menawarkan karcis dalam jumlah banyak.

Seorang penonton lainnya yang enggan menyebutkan namanya berkata, “Loket tutup jam 11, tapi calo masih pegang banyak. Kita tanya mereka bilang ‘ada bos dalam’. Kalau begini, siapa yang diuntungkan? Bukan panitia kah?”

Sejumlah kelompok suporter di Ende bahkan berencana mengajukan protes resmi bila kondisi ini tidak segera ditertibkan. Mereka meminta panitia ETMC XXXIV membuka data distribusi karcis dan memastikan tidak ada oknum yang bermain harga.

Baca Juga :  Kapolda NTT Rotasi Perwira, Leo Marpaung Kini Pimpin Polairud Manggarai Barat

“Kami cinta bola, kami cinta ETMC. Tapi kalau penonton dibodohi seperti ini, apa gunanya panitia? Tolong ada kejelasan!” ujar seorang suporter berinisial RY.

Situasi semakin panas menjelang pertandingan sore hari. Beberapa penonton menolak masuk karena menilai harga dari calo tidak masuk akal.

Kondisi ini membuat aparat keamanan turun tangan menenangkan massa agar pertandingan tetap berlangsung tertib. **

  • Bagikan