Pada proyek tersebut, proyek tembok penahan jalan menggunakan bahan bambu, tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang seharusnya memakai pipa untuk penyulingan. Pipa tersebut berfungsi untuk mencegah air hujan mengendap dan dialirkan keluar.
Pantauan Suaraburuh.com di lokasi proyek juga mencatat keretakan pada tembok bahu jalan, menunjukkan ketidaksesuaian dengan standar kualitas konstruksi.
CV Pena Mas, kontraktor proyek, mengakui adanya kendala dalam pelaksanaan proyek. Silvester Cai, pemilik CV Pena Mas, dengan tegas menyatakan komitmennya untuk melakukan perbaikan pada masa pemeliharaan dalam tempo satu tahun.
“Semua pekerjaan proyek tidak ada yang mulus supaya kamu tahu. Nanti saya akan perbaiki pada masa pemeliharaan,” ujar Cai.
Perlu dicatat bahwa proyek ini memiliki anggaran besar dan jangka waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender. Penyimpangan dalam pelaksanaannya menimbulkan pertanyaan serius terkait pengawasan dan kualitas proyek infrastruktur. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









