Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pilkades Riung Memanas! 900-an Massa Padati Kampanye Retno Nari, “Jangan Jadikan Pilkades Ajang Pecah Keluarga!”

Kontributor : Alfred Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260923 WA0130
Ratusan massa pendukung memadati Kampung Wotok, Desa Riung, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Rabu (23/9/2026). (foto : Dok. Isth).

Yang terpenting, perbedaan tersebut tidak berkembang menjadi konflik sosial yang merusak hubungan antarwarga.

Visi: Desa Maju, Mandiri, Adil dan Sejahtera

Dalam kampanye tersebut, Retno Nari juga memaparkan visi yang menjadi landasan perjuangannya dalam kontestasi Pilkades Riung.

Visi tersebut adalah:

“Terwujudnya Desa Maju, Mandiri, Adil dan Sejahtera dengan Pelayanan Publik yang Jujur dan Transparan demi Kemakmuran Masyarakat Desa Riung.”

Visi tersebut kemudian diterjemahkan melalui tiga prinsip utama yang ditekankan Retno, yakni jujur, transparan, dan melayani.

Menurutnya, ketiga prinsip tersebut harus menjadi dasar dalam menjalankan pemerintahan desa apabila nantinya mendapatkan kepercayaan masyarakat.

“Jujur, bekerja dengan hati dan penuh integritas. Transparan, terbuka dalam setiap keputusan. Melayani, melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” pungkasnya.

“Saatnya Orang Muda Membawa Perubahan”

Retno Nari juga membawa narasi perubahan dengan mengusung slogan:

“SAATNYA ORANG MUDA MEMBAWA PERUBAHAN.”

Baca Juga :  Siprianus Towan Siap Membawa Perubahan untuk Desa Bangka Lao

Slogan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pesan:

“Bersama membangun Desa Riung yang maju, mandiri dan sejahtera.”

Pesan tersebut menjadi salah satu bagian utama dalam kampanye Retno Nari yang menempatkan semangat generasi muda sebagai bagian dari gagasan perubahan di Desa Riung.

Selain menyampaikan visi dan misi, Retno juga menggunakan kekuatan budaya lokal melalui seruan dalam bentuk go’et, sastra lisan Manggarai.

“Lonto liup ite ca Desa Riung, pande nera dite desa kut nendong neteng beo.”

Seruan tersebut menjadi bagian dari kampanye yang memadukan gagasan pembangunan dengan identitas budaya masyarakat Manggarai.

Menutup kampanye akbarnya, Retno Nari mengajak seluruh masyarakat Desa Riung untuk menggunakan hak pilih pada 8 Oktober 2026.

Ia menyerukan kepada para pendukungnya untuk memilih Calon Kepala Desa Riung Nomor Urut 01, namun pada saat yang sama tetap menghormati masyarakat yang memiliki pilihan berbeda.

Baca Juga :  Rp700 Juta Lebih Digelontorkan, Pansus DPRD Mabar Bongkar Carut-marut Tata Kelola Pariwisata, Koordinasi Pusat-Daerah Disorot Tajam

Ajakan tersebut menjadi penegasan bahwa kompetisi Pilkades Riung harus tetap berlangsung dalam suasana demokratis dan damai.

Retno juga kembali mengingatkan para pendukungnya agar tidak menjadikan kemenangan politik sebagai alasan untuk merendahkan atau memusuhi pihak lain.

Kontestasi Pilkades Riung kini memasuki tahapan penting. Berbagai gagasan, visi dan pilihan politik mulai disampaikan kepada masyarakat menjelang hari pemungutan suara.

Di tengah dinamika tersebut, kampanye Nomor Urut 01 membawa pesan bahwa perbedaan pilihan merupakan bagian dari demokrasi, sementara persaudaraan masyarakat harus tetap dijaga.

Bagi masyarakat Desa Riung, siapa pun yang nantinya mendapatkan kepercayaan melalui proses pemilihan, tantangan berikutnya tetap sama, yakni membangun desa dan menjaga persatuan masyarakat.

Pilihan politik boleh berbeda. Persaudaraan jangan sampai ikut terbelah. **

  • Bagikan