Menurut Gabriel, komunikasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha dan PLN harus terus diperkuat agar persoalan kelistrikan dapat diselesaikan secara bersama-sama.
“Forum ini harus menjadi ruang untuk membangun sinergi dan kerja sama yang baik antara pemerintah, masyarakat dan seluruh jajaran PLN. Harapan kita, pertemuan ini benar-benar memberikan manfaat bagi semua pihak,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur (NTT), F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa Customer Gathering merupakan bagian penting dari upaya PLN memperkuat hubungan dengan pelanggan.
Menurut Eko, pertemuan tersebut tidak boleh dipandang sekadar sebagai kegiatan seremonial. Sebaliknya, forum tersebut harus menjadi ruang untuk mendengar kebutuhan pelanggan secara langsung.
“Customer Gathering ini bukan hanya sebuah pertemuan biasa. Ini merupakan bagian dari upaya kita untuk memperkuat hubungan dan komunikasi secara langsung dengan pelanggan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa PLN harus terus memperbaiki kualitas pelayanan dan tidak boleh hanya menunggu pelanggan menyampaikan keluhan.
“Harapan kami bukan hanya sekadar mendengar keluhan, tetapi bagaimana PLN mampu membaca kebutuhan pelanggan dan memberikan pelayanan sebelum pelanggan menyampaikan permintaan,” katanya.
Eko juga mengingatkan jajaran PLN agar selalu mengedepankan prinsip pelayanan, integritas, dan kepatuhan terhadap aturan dalam menjalankan tugas.
“Selalu saya tekankan kepada teman-teman, kita ini adalah pelayan. Apa pun yang kita lakukan harus berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat, sepanjang sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.
Ia mengatakan, kebutuhan listrik memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, pelanggan harus dipandang sebagai mitra yang ikut menentukan arah peningkatan pelayanan PLN.
“Pelanggan bukan hanya objek pelayanan. Dari pelanggan kita bisa mengetahui kebutuhan ekonomi, kebutuhan usaha, kebutuhan masyarakat, dan kebutuhan pembangunan yang harus kita dukung,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Eko juga menyinggung pengalaman PLN dalam menangani gangguan kelistrikan yang terjadi sebelumnya. Menurutnya, keberhasilan pemulihan jaringan tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, TNI, Polri, dan stakeholder lainnya.
Ia mengapresiasi kerja keras petugas PLN yang turun langsung menangani jaringan ketika terjadi gangguan.
“Pada saat terjadi gangguan, kami langsung menyadari bahwa listrik merupakan kebutuhan utama yang harus segera dipulihkan. Karena itu, teman-teman bekerja keras untuk mempercepat pemulihan,” katanya.
Menurut Eko, dalam waktu sekitar 16 jam, PLN telah berhasil memulihkan sebagian besar jaringan yang terdampak.
“Kami mulai bekerja sekitar pukul 08.00 sampai malam hari. Dalam waktu sekitar 16 jam, kurang lebih 80 sampai 96 persen jaringan sudah berhasil dipulihkan. Ini bukan untuk membanggakan diri, tetapi menunjukkan adanya inisiatif dan pengorbanan teman-teman di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemulihan jaringan dilakukan secara bertahap hingga seluruh wilayah yang terdampak dapat kembali mendapatkan pasokan listrik.
“Memang masih ada rumah atau wilayah yang sebelumnya belum terjangkau jaringan. Tetapi secara bertahap kita terus melakukan perbaikan dan pemulihan,” jelasnya.
Eko menegaskan, pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi bagi PLN untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kualitas pelayanan ke depan.
“Ini menjadi pembelajaran bagi kami. Ke depan kita harus semakin siap, semakin cepat merespons, dan semakin mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Pelaksanaan Customer Gathering tersebut menjadi momentum penting untuk mempertemukan PLN dengan pelanggan dan stakeholder di tengah meningkatnya kebutuhan energi listrik di Flores Bagian Barat.
Pertumbuhan pariwisata, investasi, usaha mikro, kecil dan menengah, perhotelan, restoran, serta berbagai aktivitas ekonomi lainnya membuat kebutuhan terhadap pasokan listrik yang andal semakin penting.
Karena itu, kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, pelaku usaha dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan.
PLN UP3 Flores Bagian Barat pun menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan pelanggan.
Forum tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan langkah nyata dalam memperbaiki pelayanan, merespons kebutuhan pelanggan, serta memperkuat keandalan sistem kelistrikan.
Dengan demikian, semangat “Flores Bangkit, Senyum Pelanggan, Energi untuk Negeri” tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diwujudkan melalui pelayanan kelistrikan yang semakin andal, cepat, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









