Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

PMKRI Ende Kritik Bupati: Tidak Paham Mekanisme DAK, IPM Ende Masih di Bawah Rata-Rata Nasional

Kontributor : Rian Laka Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20251027 105640
Ketua Presidium dan Jajaran Pengurus Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Ende Saat Terlantik. Minggu, 26 Oktober 2025. (foto : isth).

“Dengan kondisi seperti ini, Ende masih sangat layak mendapatkan alokasi DAK besar, bukan malah dikurangi. Pemerintah daerah seharusnya berjuang menjemput bola ke pusat, bukan membuat pernyataan yang justru menimbulkan kebingungan publik,” tutur Daniel, putra asal Sorong, Papua.

Daniel juga menyoroti gaya komunikasi Bupati Ende yang dinilainya tidak berorientasi pada edukasi publik.

“Sebagai kepala daerah, Bupati seharusnya menghadirkan solusi konkret berbasis data, bukan menimbulkan konflik opini dengan argumentasi yang tidak akurat. Pernyataan publik seorang pemimpin seharusnya mencerdaskan, bukan menyesatkan,” tambahnya.

Baca Juga :  Tri Dedy Mengamuk di Aksi: Kuota Padar Selatan Tidak Masuk Akal dan Mencekik Rakyat!

Lebih jauh, PMKRI Ende merinci tiga kesimpulan utama dari pernyataan Bupati Ende terkait DAK:

1. Informasi yang disederhanakan atau salah dipahami. Bisa jadi Bupati mendapat laporan teknis yang tidak lengkap atau keliru.

2. Alasan politis untuk meredam kritik. Narasi bahwa “IPM tinggi sehingga DAK dikurangi” mudah diterima publik, namun tidak sesuai mekanisme fiskal.

Baca Juga :  Wabup Yulianus Weng Resmi Membuka MTQ Kecamatan Komodo Ke-31

3. Rendahnya serapan DAK tahun sebelumnya. Berdasarkan data BPS, faktor ini lebih logis menjadi alasan berkurangnya alokasi, bukan karena IPM.

“IPM Ende belum bisa disebut tinggi, dan DAK tidak dikurangi hanya karena IPM meningkat. Ini yang perlu dipahami oleh Bupati,” pungkas Daniel tegas. **

  • Bagikan