Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Puskesmas Batu Cermin Capai Target Program Imunisasi dan KIA, Fokus Perkuat Layanan Ibu Hamil dan Anak

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
c8ae3550 5e2f 11f1 aab2 2778117177a8
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Batu Cermin, Aurelius Rabu (kiri), Flora D. Ratukale, sebagai tenaga promosi kesehatan (kanan). (foto : Dok. Isth).

Tingginya kebutuhan layanan kesehatan juga tercermin dari jumlah kunjungan pasien yang mencapai 60 hingga lebih dari 100 kunjungan per hari.

“Kunjungan pasien sangat tinggi, namun masih dapat diimbangi dengan jumlah tenaga kesehatan yang tersedia sehingga seluruh pasien tetap terlayani dengan baik,” katanya.

Aurelius menegaskan bahwa pelayanan yang ramah dan cepat menjadi prinsip utama yang selalu ditekankan kepada seluruh petugas kesehatan.

“Kunci utama pelayanan adalah keramahan dan kecepatan. Semua petugas harus ramah dan cepat dalam melayani masyarakat,” tegasnya.

Saat ini Puskesmas Batu Cermin belum memiliki jejaring berupa puskesmas pembantu maupun puskesmas desa.

“Kami memang belum memiliki puskesdes maupun pustu. Namun usulan pembangunan sudah disampaikan melalui pemerintah desa dan kelurahan, tinggal menunggu ketersediaan anggaran,” jelas Aurelius.

Untuk meningkatkan keselamatan ibu dan bayi, Puskesmas Batu Cermin menerapkan kebijakan khusus bagi para bidan.

Baca Juga :  Pasca Gempa Flores, Kapolsek Komodo dan Camat Komodo Perkuat Koordinasi Penanganan Warga Terdampak

“Setiap ibu hamil yang melakukan pemeriksaan K1 di puskesmas, keesokan harinya bidan wajib melakukan kunjungan rumah. Tujuannya agar bidan bisa menggali lebih dalam kondisi ibu hamil yang mungkin tidak terungkap saat pemeriksaan di puskesmas,” jelasnya.

Menurut Aurelius, pendekatan ini penting untuk mendeteksi lebih dini berbagai persoalan yang dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janin.

“Dengan kunjungan rumah, bidan dapat mengetahui kondisi psikologis, sosial maupun faktor risiko lain yang dialami ibu hamil sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” katanya.

Dalam upaya menurunkan angka stunting dan masalah gizi, Puskesmas Batu Cermin memanfaatkan dukungan program pemerintah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Petugas gizi bersama bidan secara rutin melakukan kunjungan rumah untuk memberikan edukasi kepada keluarga yang memiliki balita bermasalah gizi.

Baca Juga :  Baru Bebas dari Rutan, Residivis Anak Pembobol Kios di Labuan Bajo Kembali Diringkus Resmob Komodo

“Kami melakukan pendampingan langsung ke rumah-rumah. Biasanya saat turun ke lapangan, kami bisa mengetahui akar masalah yang sebenarnya sehingga solusi yang diberikan lebih tepat,” jelas Aurelius.

Aurelius juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang saat ini tersedia di puskesmas.

“Cek kesehatan gratis tidak harus menunggu sakit. Masyarakat bisa datang untuk memeriksa berat badan, tinggi badan, tekanan darah, gula darah dan faktor risiko penyakit lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sejak April 2026, Puskesmas Batu Cermin telah resmi bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Kami mengajak masyarakat Desa Batu Cermin dan Kelurahan Wae Kelambu untuk memindahkan fasilitas kesehatan BPJS-nya ke Puskesmas Batu Cermin agar lebih mudah mendapatkan pelayanan kesehatan,” pungkasnya. **

  • Bagikan