Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Rumah Lapuk Pasutri di Kota Komba Utara: Menanti Uluran Tangan Pemerintah

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20250912 122621
Kondisi sangat memprihatinkan rumah tempat tinggal dari pasangan suami istri (Pasutri) Pelipilus Rose (42) dan Elisabet Rena Ningsi Nagong (44) di Pongbali, RT/RW 006/003, Desa Golo Meni, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). (foto : isth).

“Mereka bilang mau bantu, tapi sampai sekarang belum ada kabar apa-apa. Kami hanya bisa menunggu. Mudah-mudahan melalui media, pemerintah bisa melihat kondisi kami dan memberi perhatian,” tambahnya.

Selain kondisi rumah, Lipus juga mengeluhkan kesulitan dalam membiayai pendidikan anak-anaknya.

“Anak-anak saya tidak pernah dapat beasiswa. Padahal kami ini orang miskin. Untuk bayar SPP saja kadang saya harus pinjam ke tetangga, atau menunggu hasil kerja sebagai buruh proyek. Kalau ada proyek saya bisa kerja, tapi kalau tidak ada, ya kami bingung cari uang,” keluhnya.

Baca Juga :  Wabup Yulianus Weng Resmi Membuka MTQ Kecamatan Komodo Ke-31

Keluarga ini bahkan tidak memiliki lahan sawah untuk bercocok tanam. Untuk kebutuhan sehari-hari, mereka selalu membeli beras di pasar, meski penghasilan sebagai buruh kasar sangat terbatas.

Dengan suara bergetar, Lipus menyampaikan harapan besarnya kepada para pemimpin daerah maupun pusat.

“Kami mohon perhatian dari Bapak Bupati Agas Andreas dan Wakil Bupati Tarsisius Syukur, Ketua DPRD Manggarai Timur Medi Peot, juga Gubernur Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma. Kalau bisa juga dari DPRD Provinsi NTT, DPR RI, sampai Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kami hanya ingin hidup layak dan punya rumah layak. Tidak lebih dari itu,” ucapnya tulus.

Baca Juga :  Kapolda NTT Rotasi Perwira, Leo Marpaung Kini Pimpin Polairud Manggarai Barat

Hingga berita ini diturunkan, media ini belum berhasil melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Golo Meni, Paulus Darman, terkait tindak lanjut atas kunjungan dan pendataan keluarga miskin ini sejak tahun 2022 lalu.

Pertanyaan besar kini muncul di tengah masyarakat: sampai kapan keluarga kecil ini harus terus menunggu uluran tangan pemerintah agar dapat menikmati hunian yang layak dan aman? **

  • Bagikan