“Mereka bilang mau bantu, tapi sampai sekarang belum ada kabar apa-apa. Kami hanya bisa menunggu. Mudah-mudahan melalui media, pemerintah bisa melihat kondisi kami dan memberi perhatian,” tambahnya.
Selain kondisi rumah, Lipus juga mengeluhkan kesulitan dalam membiayai pendidikan anak-anaknya.
“Anak-anak saya tidak pernah dapat beasiswa. Padahal kami ini orang miskin. Untuk bayar SPP saja kadang saya harus pinjam ke tetangga, atau menunggu hasil kerja sebagai buruh proyek. Kalau ada proyek saya bisa kerja, tapi kalau tidak ada, ya kami bingung cari uang,” keluhnya.
Keluarga ini bahkan tidak memiliki lahan sawah untuk bercocok tanam. Untuk kebutuhan sehari-hari, mereka selalu membeli beras di pasar, meski penghasilan sebagai buruh kasar sangat terbatas.
Dengan suara bergetar, Lipus menyampaikan harapan besarnya kepada para pemimpin daerah maupun pusat.
“Kami mohon perhatian dari Bapak Bupati Agas Andreas dan Wakil Bupati Tarsisius Syukur, Ketua DPRD Manggarai Timur Medi Peot, juga Gubernur Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma. Kalau bisa juga dari DPRD Provinsi NTT, DPR RI, sampai Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kami hanya ingin hidup layak dan punya rumah layak. Tidak lebih dari itu,” ucapnya tulus.
Hingga berita ini diturunkan, media ini belum berhasil melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Golo Meni, Paulus Darman, terkait tindak lanjut atas kunjungan dan pendataan keluarga miskin ini sejak tahun 2022 lalu.
Pertanyaan besar kini muncul di tengah masyarakat: sampai kapan keluarga kecil ini harus terus menunggu uluran tangan pemerintah agar dapat menikmati hunian yang layak dan aman? **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









