Tidak hanya itu, keterbatasan akses internet dan jaringan komunikasi juga menjadi hambatan serius. Demi memastikan pelaksanaan ujian berjalan lancar, pihak sekolah terpaksa menggelar ujian di Kantor Desa Riung karena lokasi sekolah sulit mendapatkan sinyal internet.
“Karena keterbatasan jaringan dan fasilitas di sekolah, kami terpaksa melaksanakan ujian di Kantor Desa Riung agar bisa mendapatkan akses internet yang memadai. Ini tentu menjadi tantangan besar bagi kami,” jelasnya.
Maria berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian nyata terhadap kebutuhan sekolah, terutama bantuan perangkat pembelajaran digital dan akses jaringan internet yang layak.
“Kami sangat berharap adanya bantuan Chromebook dari Pemerintah Daerah, termasuk dukungan jaringan internet yang memadai seperti Starlink, agar ke depan kami tidak perlu lagi melaksanakan ujian di tempat lain,” tutupnya.
Kondisi yang dialami SDK Beanio menjadi gambaran nyata masih adanya ketimpangan pendidikan di sejumlah wilayah di Kabupaten Manggarai.
Di tengah upaya digitalisasi pendidikan yang terus digaungkan pemerintah, masih ada sekolah yang harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar seperti bangunan yang layak, fasilitas belajar yang cukup, hingga akses jaringan internet yang mendukung proses belajar mengajar. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









