Guru Diam, Panitia Asal-Asalan
Yang lebih menyakitkan, guru pembimbing SMAN 6 Kota Komba sama sekali tidak mengawal proses pendaftaran. Diamnya guru menegaskan betapa lemahnya tanggung jawab mereka terhadap anak didik. Sementara panitia atletik Pemkab Matim dianggap bekerja asal-asalan dan tidak profesional.
Dua kesalahan besar inilah yang merampas kesempatan emas Clarita sekaligus mempermalukan dunia olahraga pelajar Manggarai Timur.
Publik Geram, Tuntut Evaluasi
Kasus ini menambah daftar panjang kegagalan manajemen olahraga pelajar di Matim. Dari agenda yang berantakan hingga atlet salah cabang, semua memperlihatkan ketidakseriusan Pemkab Matim dalam mengelola potensi generasi muda.
Kini publik menanti, apakah Pemkab Matim akan berani mengevaluasi panitia dan menegur pihak sekolah, atau justru memilih bungkam dan menutup-nutupi? Jika dibiarkan, talenta emas anak-anak Matim akan terus dikorbankan oleh kelalaian orang dewasa. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









