BORONG, NTTNEWS.NET – Dunia olahraga pelajar Manggarai Timur kembali diguncang skandal memalukan. Clarita, siswi SMAN 6 Kota Komba yang dikenal sebagai spesialis lari dengan deretan prestasi gemilang, justru dipaksa bertanding di cabang yang bukan bidangnya akibat kesalahan fatal panitia dan kelalaian guru pembimbing.
Padahal, Clarita adalah juara O2SN tingkat Kabupaten Matim dan diprediksi mampu menyumbang medali emas di Kejurda Atletik tingkat provinsi. Namun, kesempatan emas itu kandas hanya karena alasan konyol: panitia salah input nama.
“Bagaimana mungkin sekolah dan panitia bisa membiarkan hal ini terjadi? Anak kami jago lari, tapi justru tidak didaftarkan di cabang itu. Ini jelas kelalaian yang mencoreng nama baik daerah,” tegas salah satu orang tua atlet, Minggu (24/08/2025), dengan nada getir.
Prestasi di Tengah Kesalahan Fatal
Meski dipaksa berlaga di luar cabang spesialisasinya, Clarita tidak menyerah. Hasilnya mencengangkan: ia tetap berhasil membawa pulang satu emas dan satu perunggu. Fakta ini menjadi tamparan keras bagi panitia dan sekolah. Jika di cabang yang salah saja Clarita mampu juara, bayangkan hasil yang bisa ia raih jika turun di cabang lari – bidang yang sebenarnya menjadi kekuatannya.
“Kalau di cabang salah saja dia bisa juara, bisa jadi Manggarai Timur pulang dengan lebih banyak medali kalau Clarita diberi kesempatan di lari. Ini jelas merugikan daerah,” ungkap seorang tokoh masyarakat yang geram melihat kasus ini.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









