Menurut Stan, politik yang sehat memerlukan keberanian untuk menentang kebijakan partai yang tidak sejalan dengan tujuan utama.
“Seorang politisi yang konsisten dan komitmen akan berani melawan kebijakan yang mengabaikan tujuan utama dan lebih fokus pada idealitas pengelolaan partai. Saya memilih untuk keluar dari Partai Perindo karena saya tidak ingin terjebak dalam lingkungan yang hanya mengutamakan idealitas pengelolaan daripada tujuan mulia, ”ujarnya.
Stanis menegaskan bahwa pengunduran dirinya bukanlah akhir dari perjalanan politiknya.
“Ini justru adalah awal dari babak baru yang bebas dari lingkungan yang tidak produktif. Politik harus menyenangkan dan mensejahterakan,” tambahnya.
Terkait dukungan Pilkada, Stanis menyatakan secara tegas, “Saya sepenuhnya mendukung paket Edi-Weng.” **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









