Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Syukuran Panen dan Launching Sanggar Budaya “Wotong Alo” di Cunca Wulang

  • Bagikan
IMG 20250627 213112
Syukuran Panen dan Launching Sanggar Budaya "Wotong Alo" di Cunca Wulang. (foto : isth).

“Tuhan memberkati tanah ini dengan hasil yang berlimpah, maka sudah selayaknya kita bersyukur bersama. Tapi yang lebih penting, kita juga harus mewariskan budaya ini kepada anak cucu kita. Sanggar ini bukan sekadar tempat menari dan bermain musik, tetapi tempat menanam nilai,” tegasnya.

Sementara itu, Pius Suparjo Sadu, Kepala Desa Cunca Wulang, menyampaikan bahwa sanggar “Wotong Alo” dibentuk sebagai wadah pelestarian seni dan budaya masyarakat lokal yang selama ini hidup dan berkembang secara turun temurun.

“Wotong Alo adalah simbol semangat kolektif warga Desa Cunca Wulang untuk menjaga warisan budaya. Kami akan mengembangkan sanggar ini sebagai pusat kegiatan seni, dari tarian, musik tradisional, hingga tenun,” ungkapnya.

Baca Juga :  Wabup Yulianus Weng Resmi Membuka MTQ Kecamatan Komodo Ke-31

Acara semakin meriah dengan pertunjukan atraksi Caci, tarian perang tradisional Manggarai yang menggambarkan semangat persaudaraan dan keberanian. Para pemain Caci tampil dengan semangat dan penuh makna simbolik. Tak ketinggalan pula penampilan tari-tarian khas dari kelompok Sanggar Budaya Wotong Alo yang tampil penuh semangat dan kebanggaan.

Masyarakat setempat yang memadati halaman rumah adat tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Beberapa tokoh masyarakat yang hadir menyatakan kebanggaannya atas peluncuran sanggar tersebut.

Baca Juga :  Kapolda NTT Rotasi Perwira, Leo Marpaung Kini Pimpin Polairud Manggarai Barat

“Ini momen penting, karena anak-anak muda sekarang bisa belajar langsung tentang budaya sendiri. Kita tidak boleh kehilangan jati diri,” ungkap Hendrikus Hasing, salah satu tokoh masyarakat Kampung Warsawe.

Dengan berlangsungnya kegiatan ini, Desa Cunca Wulang mempertegas posisinya sebagai salah satu desa adat yang aktif melestarikan tradisi dan budaya Manggarai.

Pemerintah daerah pun diharapkan terus mendukung langkah-langkah pelestarian seperti ini agar selaras dengan arah pembangunan pariwisata yang berkelanjutan di kawasan Labuan Bajo dan sekitarnya. **

  • Bagikan