Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Tragedi di Garis Finis Tour de EnTeTe: Pelajar Tewas, Satu Pengendara Luka Berat

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20250923 095125
Seorang pelajar asal Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, meregang nyawa setelah sepeda motor yang dikendarainya menghantam sebuah pick up yang diduga diparkir menutup ruas jalan tepat di depan Kantor Bupati Manggarai Barat, persis di garis finis Tour de EnTeTe. (foto : isth).

Ia menegaskan bahwa penutupan jalan tersebut tidak memiliki izin resmi dari kepolisian. Padahal, setiap penggunaan jalan umum untuk kepentingan acara harus melalui mekanisme izin agar bisa dilakukan rekayasa lalu lintas atau pengalihan jalur.

“Kalau ada kegiatan yang menggunakan jalan umum, wajib ada pemberitahuan atau izin. Supaya bisa kami atur pengalihan jalurnya, atau setidaknya hanya menggunakan separuh badan jalan. Jangan sampai justru membahayakan masyarakat lain,” tegasnya.

Tragedi di garis finis Tour de EnTeTe seketika mencoreng wajah pesta olahraga yang semula digadang sebagai ajang promosi pariwisata sekaligus kebanggaan daerah. Jalan yang seharusnya menjadi simbol kebersamaan malah berubah menjadi arena maut.

Baca Juga :  Wabup Yulianus Weng Resmi Membuka MTQ Kecamatan Komodo Ke-31

Satu nyawa pelajar melayang sia-sia, sementara satu korban lainnya masih berjuang melawan luka serius. Suasana duka kini menyelimuti keluarga, sahabat, serta masyarakat Wae Kelambu yang kehilangan putra terbaiknya.

Kisah pilu ini menjadi peringatan keras bahwa setiap event, sekecil apa pun, tidak boleh mengorbankan keselamatan publik.

Baca Juga :  RSUD Komodo Resmi Gelar Onsite Training SIM-RS, Dorong Transformasi Digital Layanan Kesehatan

Kelalaian dalam pengaturan jalan, sekilas tampak sepele, namun terbukti bisa berakhir fatal: merenggut masa depan seorang anak muda yang masih panjang. **

  • Bagikan