Sementara itu, anggota DPRD Nagekeo, Idorus Goa, meminta pemerintah bergerak cepat tanpa mengabaikan prosedur.
“Bencana ini soal kemanusiaan. Semua prosedur tetap kita jalani, tetapi jangan sampai menghambat penanganan darurat,” tegas Idorus.
Ia juga mengingatkan agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera melakukan kaji cepat di lapangan dan menggunakan Dana Bantuan Tidak Terduga (BTT) secara tepat sasaran.
“Gunakan dana BTT sebaik mungkin untuk menyelamatkan masyarakat kita yang sedang tertimpa bencana ini,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, longsor terjadi akibat intensitas hujan tinggi sejak Minggu (7/9) dini hari hingga Senin (8/9) sore. Material batu dan pasir dari puncak Gunung Ebulobo memperparah kerusakan sehingga akses jalan utama tertutup total.
Upaya pembersihan material longsor dimulai Selasa (9/9) pukul 13.00 Wita dan baru bisa dilalui kendaraan sekitar pukul 17.00 Wita. Pengerjaan ini dilakukan agar distribusi logistik dan bantuan kemanusiaan bisa menjangkau titik-titik bencana lain di Kecamatan Mauponggo.
Selain merusak akses jalan, bencana ini juga menghantam fasilitas umum. Sumber air minum Ae Gega yang selama ini menyuplai warga Desa Lajawajo dan Desa Kelewae ikut terdampak. Sebuah bak penampung dan tiga unit mesin isap rusak berat sehingga pasokan air bersih masyarakat terancam terganggu. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









