“Berkaitan dengan masalah pengeroyokan, pihak kepolisian sedang melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi untuk menentukan pelaku. Penetapan pelaku membutuhkan bukti-bukti lengkap agar proses hukum berjalan adil,” jelasnya.
Usai berdialog dengan warga Welai Barat, Wagub Johni melanjutkan pertemuan dengan kelompok massa lain yang hendak melanjutkan aksi di sejumlah ruas jalan menuju Lapangan Mini Kalabahi.
Ia didampingi Wakil Bupati Alor, Ketua DPRD Kabupaten Alor, Kapolres Alor, perwakilan Dandim 1622 Alor, serta sejumlah pejabat provinsi dan kabupaten.
Selain meredam massa, Wagub Johni juga meninjau persiapan pelaksanaan Open Tournament Tinju Piala Gubernur NTT yang dijadwalkan berlangsung di Lapangan Mini Kalabahi. Namun, dengan mempertimbangkan situasi keamanan, ia memutuskan menunda acara tersebut.
“Berkaitan dengan Open Tournament Tinju Piala Gubernur NTT yang semula akan dimulai hari ini, Rabu 17 September 2025, ditunda karena kondisi keamanan yang belum kondusif. Pembukaan baru akan dilaksanakan besok, Kamis 18 September 2025,” ungkapnya.
Langkah cepat Wakil Gubernur Johni Asadoma ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, karena dinilai mampu meredam potensi konflik dan mengutamakan stabilitas keamanan masyarakat Alor. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









