Kerusakan infrastruktur juga mendapat perhatian serius. Sejumlah jembatan vital yang menjadi jalur ekonomi terputus. Sebagai solusi, jembatan darurat segera dibangun. Satu unit jembatan darurat sudah tiba dari Kupang, sementara satu lagi akan dikerjakan bersama Densipur Udayana.
Balai PU mencatat ada tujuh jembatan lintas provinsi terdampak, dua di antaranya—Maukeli dan Aewoe—masih belum bisa diakses. Untuk memperkuat struktur penahan, Balai PU menyiapkan 1.000 lembar kawat bronjong, ditambah 1.500 lembar lain yang kini dalam perjalanan.
“Pemerintah provinsi akan memberi perhatian penuh pada perbaikan ruas jalan dan jembatan strategis agar mobilitas ekonomi segera pulih,” ujar Wagub Johni.
BNPB menekankan pentingnya pendataan cepat dan detail agar bantuan tersalurkan tepat sasaran. Tim BNPB yang berjumlah enam orang kini bekerja di Kantor Bupati untuk memverifikasi jumlah bayi, balita, ibu hamil, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
Pendataan ini juga mencakup warga yang menumpang sementara di rumah kerabat, bukan hanya yang tinggal di tenda pengungsian.
Wagub Johni meminta agar Bupati segera membentuk Satgas Pendataan dengan surat tugas resmi.
Data sementara menunjukkan 83 rumah hanyut, rusak berat, atau terancam, dengan 47 di antaranya dalam kondisi parah. Warga terdampak akan direlokasi ke lokasi aman, namun diupayakan tetap berada di desa yang sama agar urusan sosial dan administrasi lebih mudah.
“Relokasi diusahakan tetap berada di desa yang sama agar masyarakat tidak kesulitan dengan urusan sosial dan administrasi,” jelas pihak BNPB.
Targetnya, keluarga terdampak sudah dapat menempati rumah baru sebelum Natal 2025.
Dalam rapat tersebut, Wagub Johni juga menyoroti aspek kesehatan. Ia menekankan perlunya alat pelindung diri (APD) seperti masker dan sarung tangan untuk melindungi tim pencarian selama evakuasi.
Sementara itu, Desa Sawu yang hingga kini masih gelap akan menjadi prioritas pemulihan listrik. Pemulihan penerangan diharapkan mendukung aktivitas warga dan memperlancar proses penanganan bencana.
Menutup rapat, Wagub Johni menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dan transparansi data.
Ia meminta agar informasi korban dan kerusakan dipublikasikan secara terbuka di papan pengumuman di lokasi bencana.
“Dengan koordinasi yang baik dan gotong royong semua pihak, kita harapkan penanganan bencana banjir bandang di Nagekeo dapat berjalan cepat, tepat, dan berpihak pada masyarakat terdampak,” tegas Johni Asadoma. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









