Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Warga NTT di Bali Terimbas Stigma, Tokoh Pemuda Ajak Jaga Citra dan Ketertiban

Kontributor : PUTRA Editor: TIM REDAKSI
  • Bagikan
IMG 20251104 234524
Tokoh pemuda sekaligus akademisi asal Manggarai yang kini menetap di Bali, I Putu Agus Karsha Saskara Putra, S.Kom., M.Kom. (foto : isth).

“Saya sudah mencari kost selama dua minggu, tapi selalu ditolak. Alasannya karena saya orang NTT. Padahal saya datang ke Bali untuk belajar dan berkontribusi positif, bukan membuat masalah,” ungkap seorang mahasiswa asal Manggarai yang sedang menempuh pendidikan di salah satu universitas di Denpasar.

Menanggapi hal ini, komunitas dan organisasi mahasiswa NTT di Bali berupaya melakukan pendekatan dialogis dengan tokoh masyarakat setempat serta aparat kepolisian. Tujuannya untuk membangun kembali kepercayaan dan memperbaiki citra warga NTT di mata masyarakat Bali.

“Kami berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi yang baik dengan semua pihak. Kami juga akan mendukung penuh penegakan hukum terhadap siapa pun pelaku kejahatan, tanpa memandang asal daerah. Dengan begitu, masyarakat tahu bahwa kesalahan itu bersifat individu, bukan mewakili kelompok,”kata I Putu Agus Karsha Saskara Putra.

Baca Juga :  Kadis PUPR Ngotot Air Masih Mengalir, DPRD dan Warga Bongkar Dugaan Gagalnya Proyek Rp2,2 Miliar di Ladur

Menurutnya, langkah tegas namun bijak harus diambil terhadap oknum yang merusak citra warga NTT di Bali. Ia juga mendorong kerja sama lintas komunitas—antara tokoh adat Bali, tokoh masyarakat NTT, dan pemerintah daerah—agar tidak terjadi kesalahpahaman dan untuk memperkuat semangat kebersamaan.

“Kita perlu memperkuat komunikasi lintas budaya agar tidak ada jurang pemisah antara warga lokal dan perantau. Warga NTT harus tetap menunjukkan sikap santun dan menghormati adat setempat, sementara masyarakat Bali diharapkan tetap terbuka dan tidak menggeneralisasi,”Ujarnya.

Baca Juga :  Kasat Lantas Polres Manggarai Barat Tegaskan Penertiban Parkir di Jalan Soekarno

Langkah bersama ini diharapkan mampu memulihkan kepercayaan, memperkuat toleransi, serta menjaga keharmonisan antarwarga di Pulau Dewata.

“Mari kita jaga tanah Bali ini, jaga nama baik daerah asal kita NTT, dan saling menghargai satu sama lain. Kita semua harus menjadi duta yang baik untuk mempererat tali persaudaraan dan mempromosikan citra positif warga NTT di Bali,” pungkas I Putu Agus Karsha Saskara Putra. **

  • Bagikan