Ahmad menguraikan, rekam jejak Cosmas penuh pengorbanan.
Ia pernah ditugaskan di Poso hingga tertembak di bahu kiri, bertugas di Aceh, Timor Leste, dan Papua, serta pernah dikirim dalam misi pasukan perdamaian PBB di Sudan.
Lebih dari itu, Cosmas meniti karier dari jalur bintara, bukan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol).
Meski demikian, ia berhasil menduduki posisi strategis sebagai Komandan Batalyon C Resimen IV Pasukan Pelopor Polda Metro Jaya—jabatan yang lazimnya dipegang perwira lulusan Akpol.
Sementara itu, Umbu Rudi Kabunang menyebut, Kapolri Listyo merespons positif aspirasi yang disampaikan.
“Masukan dari kami diterima dengan baik. Itu memberi harapan bahwa keadilan tetap menjadi dasar pertimbangan,” tutur Rudi, legislator asal Pulau Sumba.
Rudi juga menyampaikan apresiasi atas kinerja Kapolri dan jajarannya yang telah menjaga stabilitas nasional.
“Kami berterima kasih karena Polri mampu memulihkan situasi Indonesia sehingga kembali kondusif,” imbuhnya.
Pertemuan di Mabes Polri itu menjadi sinyal kuat bahwa perjuangan mencari keadilan bagi Kompol Cosmas Kadju Gae tidak berhenti di meja sidang internal Polri.
Para wakil rakyat dari NTT berkomitmen terus mengawal aspirasi masyarakat hingga mendapatkan keputusan yang dianggap adil dan proporsional. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









