Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Anak Manggarai Menjadi Penjaga Para Imam Dunia: Jejak Mgr. Siprianus Hormat di Vatikan

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260123 200813
Mgr. Siprianus Hormat. (foto : isth).

JAKARTA, NTTNEWS.NET – Mgr. Siprianus Hormat merupakan salah satu figur penting Gereja Katolik Indonesia yang perjalanan hidup dan pelayanannya mencerminkan kesetiaan iman, kedalaman intelektual, serta komitmen kuat terhadap karya pastoral dan keadilan sosial. Lahir di Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada 16 Juli 1965, ia tumbuh dalam keluarga Katolik sederhana yang menanamkan nilai disiplin, kerja keras, dan keteguhan iman sejak usia dini.

Panggilan imamat Siprianus mulai terasah ketika ia menempuh pendidikan di Seminari Pius XII Kisol. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia mantap memilih jalan hidup sebagai imam diosesan Keuskupan Ruteng. Ia kemudian melanjutkan studi filsafat dan teologi di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero, Maumere. Proses pembinaan rohani dan intelektual tersebut diperkaya melalui Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Kisol, yang membentuk kepekaan sosial serta semangat pelayanannya di tengah umat.

Pada 8 Oktober 1995, Siprianus Hormat ditahbiskan menjadi imam oleh Uskup Ruteng saat itu, Mgr. Eduardus Sangsun, S.V.D. Sebagai imam muda, ia langsung dipercaya menangani pelayanan kepemudaan dan bertugas sebagai pastor kapelan di Ruteng. Pengalaman pastoralnya semakin luas ketika ia diutus melayani umat di Lela, Maumere, serta kemudian di Jakarta sebagai pastor rekan Paroki Santo Paskalis Cempaka Putih.

Baca Juga :  Pupuk Subsidi Dijual Rp250 Ribu di Welak, Petani Menjerit, APH Diminta Turun Tangan

Ketekunan, integritas, dan kapasitas intelektualnya mendorong Romo Sipri melanjutkan studi ke Roma. Ia meraih gelar Licentiat dalam Teologi Moral di Accademia Alfonsianum dan mengikuti berbagai program formasi lanjutan di Universitas Kepausan Gregoriana. Sekembalinya ke Indonesia, ia mengabdikan diri dalam dunia pendidikan dan pembinaan calon imam sebagai staf Seminari Tinggi Ritapiret serta dosen STFK Ledalero selama hampir satu dekade.

Baca Juga :  Pupuk Subsidi Dijual Rp250 Ribu di Welak, Petani Menjerit, APH Diminta Turun Tangan

Kiprahnya di tingkat nasional semakin menonjol ketika ia dipercaya mengemban berbagai tanggung jawab strategis, antara lain sebagai Sekretaris Komisi Seminari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Ketua UNIO Indonesia (Perhimpunan Para Imam Diosesan Indonesia), hingga akhirnya terpilih sebagai Sekretaris Eksekutif KWI pada tahun 2016. Dalam peran tersebut, Mgr. Siprianus dikenal sebagai figur pemersatu, komunikator yang tenang, serta pemikir Gereja yang terbuka terhadap tantangan zaman.

  • Bagikan