Pada 13 November 2019, Takhta Suci menunjuk Siprianus Hormat sebagai Uskup Ruteng, menggantikan Mgr. Hubertus Leteng. Penunjukan ini sekaligus mengakhiri masa kekosongan kepemimpinan di Keuskupan Ruteng. Ia ditahbiskan menjadi uskup pada 19 Maret 2020, bertepatan dengan Hari Raya Santo Yusuf, dengan Ignatius Kardinal Suharyo sebagai penahbis utama.
Sebagai Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus memilih motto “Omnia in Caritate” yang berarti Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih. Moto ini menjadi benang merah dalam gaya kepemimpinannya yang menekankan pelayanan penuh cinta, dialog terbuka, serta keberpihakan pada martabat manusia. Komitmen tersebut juga tercermin dalam perhatiannya terhadap isu keadilan sosial, perdamaian, migran, dan kaum perantau melalui keterlibatannya di Komisi Keadilan dan Perdamaian KWI.
Puncak pengakuan atas kapasitas, integritas, dan rekam jejak pelayanannya datang ketika Paus Leo XIV menunjuk Mgr. Siprianus Hormat sebagai anggota Dikasteri untuk Para Imam (Dicastery for the Clergy) di Vatikan pada 28 Agustus 2025. Penunjukan ini menjadikannya uskup Indonesia pertama yang dipercaya menduduki posisi strategis tersebut di lingkungan Takhta Suci.
Dengan latar belakang sebagai gembala umat, pendidik, serta pemimpin Gereja di tingkat nasional dan internasional, Mgr. Siprianus Hormat tampil sebagai simbol Gereja Katolik Indonesia yang matang dan berwawasan global, namun tetap berakar kuat pada iman serta budaya lokal Manggarai. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


