Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dana Desa Menipis, Siprianus Andalkan Jaringan Politik dan Janji Transparansi untuk Wewa Bangkit Lebih Sejahtera

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
c558c7d0 450c 11f1 af1a 5d79fd02a4fc
Siprianus Hasan, Calon Kepala Desa Wewa. (foto : Dok. Isth).

LABUAN BAJO | NTTNEWS.NET – Dinamika pemilihan Kepala Desa Wewa periode 2026–2034 semakin menghangat di tengah tantangan nyata yang dihadapi desa, terutama keterbatasan anggaran Dana Desa yang dinilai semakin kecil dari tahun ke tahun.

Dalam situasi tersebut, sosok Siprianus Hasan tampil dengan gagasan yang tidak hanya normatif, tetapi juga menawarkan strategi konkret berbasis pengalaman politik dan jaringan yang dimilikinya.

Siprianus Hasan secara resmi maju sebagai calon Kepala Desa Wewa dengan mengusung visi besar: “Mewujudkan Desa Wewa yang mandiri secara ekonomi, sejahtera secara sosial, dan bermartabat secara budaya.” Visi ini, menurutnya, bukan sekadar slogan, melainkan arah pembangunan yang akan dijalankan secara terukur dan bertahap.

Dalam keterangannya, Siprianus mengakui bahwa kondisi keuangan desa saat ini menjadi tantangan serius. Namun ia menilai keterbatasan anggaran bukan alasan untuk stagnasi pembangunan.

“Kita tidak bisa terus bergantung pada Dana Desa yang jumlahnya terbatas. Justru dalam keterbatasan ini, kita dituntut kreatif dan mampu mencari peluang lain untuk membangun desa,” tegas Siprianus, saat dihubungi Media ini pada Jumat (1/5/2026).

Baca Juga :  Ratusan Liter BBM Diduga Ilegal Disergap di Lamba Leda Selatan, Dua Orang Diamankan Polisi

Berbekal pengalaman sebagai kader partai politik dan pernah maju sebagai calon legislatif pada tahun 2019, Siprianus mengaku memahami pola kerja pemerintahan serta memiliki jaringan yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan desa.

“Pengalaman saya di dunia politik memberi banyak pelajaran, terutama dalam membangun komunikasi dan jaringan. Jika saya dipercaya, jaringan ini akan saya gunakan untuk membuka akses program pemerintah, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan desa ke depan tidak bisa hanya mengandalkan anggaran internal, tetapi harus mampu menarik dukungan eksternal melalui sinergi lintas sektor.

“Desa harus aktif, tidak boleh pasif menunggu. Kita harus jemput bola, cari peluang, bangun komunikasi dengan berbagai pihak agar program-program bisa masuk ke Desa Wewa,” katanya.

Baca Juga :  Ilmu Komunikasi UNWIRA Kupang Jadi Pilihan Tepat, Jefry: Kunci Sukses di Era Modern

Dalam misi yang diusungnya, penguatan ekonomi rakyat menjadi prioritas utama. Ia menilai, kesejahteraan masyarakat hanya bisa dicapai jika ekonomi desa bergerak dan produktivitas meningkat.

“Kita akan fokus pada pengembangan potensi lokal, baik di sektor pertanian, peternakan, maupun usaha kecil. Kita juga akan dorong lahirnya lapangan pekerjaan baru agar generasi muda tidak harus keluar desa untuk mencari nafkah,” jelasnya.

Selain ekonomi, Siprianus juga menaruh perhatian besar pada tata kelola pemerintahan desa yang bersih, jujur, dan transparan. Ia bahkan menegaskan bahwa transparansi anggaran akan menjadi komitmen utama jika dirinya terpilih.

“Saya pastikan, tidak ada yang ditutup-tutupi. Setiap penggunaan Dana Desa akan diumumkan secara terbuka kepada masyarakat. Transparansi adalah kunci agar tidak ada kecurigaan dan kepercayaan publik tetap terjaga,” tegasnya.

  • Bagikan